Rabu, 17 Maret 2010 19:34 WIB Klaten Share :

PG Klaten batalkan hak istimewa Sunarna

Klaten (Espos)–Partai Golkar Klaten membatalkan hak istimewa Sunarna yang berdasarkan kesepakatan Musda bakal diusung partai berlambang pohon beringin itu sebagai kandidat Bupati dalam Pilkada 2010. Pasalnya hingga Rabu (17/3), Sunarna tak memberikan klarifikasi sebagaimana diminta oleh jajaran pengurus partai tersebut.

Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Anang Widayaka, di Kantor DPD Partai Golkar mengatakan, komunikasi yang dijalin dengan Sunarna baik melalui surat resmi, SMS, telepon maupun utusan belum juga mendapat respons terkait sikap Sunarna dalam Pilkada. Padahal, masa penjaringan kandidat Cabup-Cawabup periode 2010-2015 yang disiapkan Tim Pilkada Partai Golkar sudah sangat dekat.

“Tidak mungkin Partai Golkar kami biarkan tersandera dengan kondisi semacam ini. Karena tak kunjung ada kepastian, hak istimewa Pak Narno (Sunarna) dalam Pilkada dihilangkan,” tandasnya yang juga menjabat Ketua Tim Pilkada Partai Golkar Klaten.

Dengan demikian, katanya, seluruh kader Partai Golkar maupun tokoh luar partai mempunyai kesempatan sama mendaftar Pilkada, baik sebagai Cabup maupun Cawabup.

Menurut Anang, perihal hilangnya hak istimewa Sunarna ia laporkan ke DPD Jateng maupun DPP. Saat ditanya mengenai sanksi yang mungkin dijatuhkan lantaran Sunarna sebagai salah satu kader partai tak mematuhi keputusan Musda, Anang menjawab hal itu menjadi kewenangan DPP untuk memutuskan.

“Yang jelas kondisi yang terjadi di Klaten selalu kami sampaikan perkembangannya ke DPD I dan DPP,” paparnya.

Lebih lanjut, Anang mengakui sikap Sunarna yang menggantung cukup mengganggu kinerja partai, khususnya di tataran grassroot. Sebab, pihaknya telah gencar mensosialisasikan keputusan Musda yang akan mengusung Sunarna dalam Pilkada kepada para kader serta khalayak. Dengan hilangnya hak istimewa Sunarna, otomatis pihaknya harus mesosialisasikan ulang kepada seluruh kader.

Seperti diketahui, Sunarna yang kini menjabat Bupati Klaten belakangan juga dijagokan sebagai kandidat Cabup oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sesuai keputusan Konfercab, awal Maret lalu, dan disandingkan dengan Hartini.

Ketua DPC PDIP Klaten, Agus Riyanto baru-baru ini, mengatakan, pihaknya telah meminta rekomendasi dari DPP PDIP terkait pencalonan Sunarna-Hartini dalam Pilkada mendatang.

rei

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…