Rabu, 17 Maret 2010 20:59 WIB Wonogiri Share :

Kuota pupuk di Wonogiri ditambah 3.000 ton, harga dipastikan tetap

Wonogiri (Espos)–Kuota pupuk urea untuk petani di wilayah Kabupaten Wonogiri tahun ini ditambah 3.000 ton. Penambahan itu sebagai langah antisipasi ketercukupan kebutuhan pupuk pada MT II di April mendatang. Sedangkan harga di tingkat pengecer dipastikan masih sama yaitu Rp 60.000/sak, walau ada wacana kenaikan pupuk tahun ini.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Wonogiri, Guruh Santoso, menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi II DPRD Wonogiri saat meninjau kesiapan pupuk untuk masa tanam berikutnya, Rabu (17/3).

Dalam tinjauan tersebut, rombongan Komisi II yang dipimpin ketuanya, Sutrisno, mengajukan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan ketersediaan, distribusi, dan harga pupuk untuk masa tanam kedua yang diperkirakan dimulai pada April mendatang.

Mereka juga membawa pertanyaan yang selama beberapa waktu terakhir meresahkan petani berkaitan dengan rencana kenaikan harga pupuk dalam waktu dekat.

“Wacana yang beredar dan ini sudah sampai ke telinga petani sehingga menimbulkan keresahan, pemerintah pusat akan mencabut subsidi pupuk. Berarti harganya akan naik kurang lebih menjadi Rp 100.000-Rp 180.000/sak. Nah ini wacana politik atau apa, kan kami tidak tahu benar atau tidaknya,” ungkap salah satu anggota Komisi II, Marhendi Indriatmoko.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PTPH, Guruh Santoso mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai wacana kenaikan harga pupuk. Dia memastikan harga pupuk masih sama dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 60.000 per sak (50 kg) untuk urea, dengan toleransi kenaikan maksimal Rp 65.000/sak sampai ke petani.

Menurutnya, tambahan Rp 5.000 tersebut untuk ongkos angkut Rp 2.000, dan administrasi kelompok tani Rp 3.000. Untuk pupuk NPK jenis Phonska harganya masih Rp 87.750/sak, Pelangi Rp 91.500/sak, dan SP36 Rp 77.500/sak.

shs

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…