Rabu, 17 Maret 2010 17:01 WIB Issue Share :

Komunitas film ikut dongkrak gairah perfilman Indonesia

Solo (Espos)–Komunitas film yang ada di Indonesia memiliki andil besar dalam memajukan perfilman Tanah Air. Termasuk, mengangkat kembali gairah perfilman Indonesia yang sempat mengalami mati suri. Hal itu diutarakan sejumlah praktisi film berbasis komunitas dalam gelaran Kongres Nasional Kegiatan Perfilman Berbasis Komunitas, Rabu (17/3), di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah atau yang dikenal TBS.

Salah satu streering commitee dalam kongres tersebut, Alex Sihar menyatakan, gairah perfilman Tanah Air kembali bangkit, salah satunya karena komunitas film di berbagai kota di Indonesia terus menggeber kegiatan perfilman. Seperti dalam bentuk kegiatan pemutaran film, pengadaan festival film, hingga memproduksi film.

Jumlah komunitas film, lanjutnya, juga mengalami pasang surut. Tapi, sejauh ini semangat anggota komunitas tersebut masih cukup bergelora kendati ada berbagai macam kendala. Kendala-kendala itulah yang akan menjadi pembahasan penting dalam kongres yang akan digelar hingga Sabtu (20/3) mendatang itu.

“Masing-masing komunitas tentu memiliki masalahnya masing-masing. Seperti akses pendanaan, pengarsipan, dan lain-lain. Ini menjadi pembahasan penting untuk didiskusikan dan carikan solusi,” papar Alex.

Peranan komintas film di Indonesia, menurut Alex, tak bisa dipungkiri. Maka dari itu, pemerintah seharusnya ikut memberikan perhatian lebih pada komunitas film yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Komunitas film itu menjalankan kegiatan film yang bersifat nonkomersil. Dan menurut undang-undang perfilman serta peraturan bersama menteri dalam negeri dan menteri kebudayaan dan pariwisata tentang pedoman pelestarian kebudayaan, pemerintah harus mendukung dan memperhatikan kegiatan film,” urai Alex dari komunitas Konfiden Jakarta tersebut.

Peserta Kongres Nasional Kegiatan Perfilman Berbasis Komunitas dari komunitas Falling Star Pictures asal Bandung, Lulu Fahrullah menambahkan, kendala klasik yang dialami hampir setiap komunitas film adalah pendanaan. Pasalnya, komunitas film biasanya dibentuk secara mandiri oleh anak-anak muda yang konsen melakukan kegiatan film.

hkt

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…