Rabu, 17 Maret 2010 20:16 WIB Sragen Share :

Banjir kembali melanda wilayah Ngrampal dan Sragen

Sragen (Espos)–Bencana banjir kembali melanda wilayah Desa Bandungsogo, Kecamatan Ngrampal dan Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Rabu (17/3) dinihari, lantaran aliran air Sungai Garuda dan Sungai Pilangsari meluap saat hujan deras pada Selasa (16/4) malam.
Tidak ada korban jiwa dalama bencana itu, hanya puluhan rumah warga dua desa itu sempat tergenang air dan hingga Rabu pagi puluhan hektare areal pertanian di Ngrampal juga tegenang air.

Banjir luapan Sungai Garuda berlangsung cukup cepat, kendati ketinggian air cukup tinggi, hampir mendekati satu meter. Sedangkan banjir di wilayah Desa Bandungsogo hingga Rabu pagi masih menggenangi sepanjang jalan di pinggir persawahan dan sedikitnya 10 rumah warga di aliran sungai Bandung juga masih tergenang. Di saat air mulai surut, hujan deras kembali terjadi di sejumlah wilayah Sragen mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, sehingga banjir di daerah bantaran sungai kembali mengancam warga.

Seorang warga Desa Tangkil, Sutarmi, 53, mengungkapkan, daerah tangkil tempat tinggalnya berbatasan dengan Desa Bangdungsogo. Air yang datang melalui aliran sungai Bandung ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, saat warga sedang terlelap tidur. Saat kemi keluar rumah, karena terdengar keriuhan warga sekitar, ternyata air sudah menggenang di sekitar rumah.

“Sekitar 10 rumah di sepanjang aliran sungai kecil ini masih tergenang air hingga siang . Untung saja air tidak sampai masuk ke rumah saja, meskipun jalan depan rumah tergenang air setingi lebih dari 20 cm. Areal pertanian yang tak jauh dari rumahnya juga terendam air, padahal banyak petani termasuk saya yang baru mulai menanam benih,” ujarnya.

Koordinator Tim Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Sragen, Heru Wahyudi saat dihubungi Espos , Rabu sore, mengungkapkan, banjir tidak begitu parah memang terjadi pada Rabu dinihari. Menurut dia, namun itensitas hujan di Sragen hingga kemarin sore masih tinggi, sehingga pihaknya sudah memerintahkan anggota Tagana untuk waspada dan melakukan pemantauan di daerah anak sungai Bengawan Solo.

trh

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…