Rabu, 17 Maret 2010 10:14 WIB News Share :

Anas
Menolak kedatangan Obama berlebihan

Jakarta--Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tegas menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia. Partai Demokrat menyayangkan adanya penolakan kedatangan Obama.

“Menolak kedatangan tamu negara dalah tindakan yang berlebih-lebihan,” kata Anas Urbaningrum, salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3).

Menurut Anas, setiap tamu negara layak dihormati. Karena itu merupakan bagian dari kelaziman dalam hubungan antar-bangsa. Anas menilai harus dikedepankan prinsip politik luar negeri ‘bebas dan aktif’ serta menjalin hubungan dengan negara manapun.

“Hubungan Indonesia dan Amerika dilakukan demi kepentingan nasional,” ujar Anas. Menolak Obama itu berlebihan. Apalagi dikaitkan dengan rumor-rumor dan ketakutan atas pengalaman masa silam.

Kendati demikian, Anas menghormati adanya penolakan Obama itu. Karena itu bagian dari sistem demokrasi di Indonesia. Anas beranggapan, justru Indonesia sekarang berkesempatan mengambil manfaat dari kedatangan Obama, bagi kepentingan nasional.

“Termasuk mengambil peran penting untuk membangun relasi yang damai dan saling respek antara Islam dan Barat. Itu penting bagi perdamaian dunia,” kata dia.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…