Rabu, 17 Maret 2010 23:53 WIB Pilkada,Pendidikan,Solo Share :

“LPMS senilai Rp 23 miliar bernuansa politis”

Solo (Espos)–Anggota Komisi IV DPRD, Reni Widyawati mengkritik program Layanan Pendidikan Masyarakat Solo (LPMS) sebagai program politis menjelang Pilkada. Selain terkesan tiba-tiba, menurut Reni, program tersebut juga belum memiliki konsep yang matang. “Saya dari Komisi IV tak bermaksud menghambat program tersebut. Namun, saya minta konsep LPMS itu dimatangkan dulu,” tegasnya kepada Espos, Rabu (17/3).

Menurut politisi dari Partai Demokrat ini, program LPMS seakan membalik program pendidikan sebelumnya yang hingga kini belum dilakukan evaluasi sama sekali. Hal inilah yang sangat disayangkan Reni lantaran rencana LPMS tersebut terkesan tiba-tiba dan berdekatan dengan momen Pilkada yang serta merta menghapus sekolah plus.
“Mestinya, program sebelumnya dievalusi dulu. Jangan, tiba-tiba ditiadakan, lantas muncul program baru. Ini yang kami sayangkan. Lantas, konsepnya itu seperti apa, kok tiba-tiba berubah jadi LPMS,” paparnya.

Menurut Reni, konsep pendidikan murah selama ini ialah dengan cara mengucurkan dana pendamping, seperti biaya operasional sekolah (BOS), bantuan pendidikan anak usai dini (PAUD), TK dan lain-lainnya bagi siswa didik. Namun, dengan munculnya LPMS yang hanya mengkover siswa Solo dari kelas kurang mampu, dia belum bisa memahami konsepnya tersebut. Apalagi, imbuhnya, munculnya rencana LPMS tersebut bertepatan dengan momen Pilkada Solo 2010, maka pihaknya meyakini program tersebut berbau politik.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Solo, YF Soekasno membantah bahwa program LPMS tersebut bernuansa politis dan terkesan tergesa-gesa.

Menurutnya, program tersebut dinilai sangat pro dengan rakyat. Sehingga, jiwa ada anggota DPRD yang menghalanginya, lanjutnya, maka perlu dipertanyakan komitmennya terhadap warga Solo.

asa

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Hati-Hati Pesisir Selatan Sekarang Rawan Kejahatan

Kepolisian Bantul menyebut, sejumlah lokasi di wilayah ini rawan tindak kriminal. Solopos.com, BANTUL— Kepolisian Resort (Polres) Bantul menyatakan, kawasan pesisir selatan Bantul, jalan arteri selatan serta Kecamatan Kasihan rawan tindak kriminalitas. Hal ini menyusul adanya kejadian wisatawan yang terkena tembakan…