Selasa, 16 Maret 2010 15:04 WIB Women Share :

Warna tahan lama jika tepat pemakaiannya

Pembicaraan tak akan habis rasanya apabila membahas tentang warna. Warna hadir di mana-mana. Di jalan, di kantor bahkan hingga ruang pribadi. Kehadiran warna bahkan dipercaya memberi efek psikologi tertentu pada penikmatnya.

Itulah sebabnya, warna dinding rumah pegang peranan penting dalam interior. Pemilihan warna dan bahan pewarnanya perlu dipikir matang sebelum mengoleskannya ke dinding. Lagi pula, karakter dinding luar berbeda dengan dinding bagian dalam rumah sehingga jenis pewarnanya yang digunakan pun tiak sama.

Menurut Ruslan Tanoko, marketing director pada PT Avia Avian, produsen Avian Paints, formulasi cat untuk dinding luar sengaja dirancang berbeda disesuaikan dengan karakter dinding. “Dinding luar lebih rentan terhadap terpaan cuaca seperti sinar matahari dan hujan, oleh sebab itu cat yang digunakan juga dibuat tahan terhadap cuaca.”
Kini, sudah banyak produsen cat menawarkan produk cat khusus untuk dinding luar. Meskipun, tak sedikit pula produsen yang menglaim catnya bisa digunakan untuk dinding luar dan dinding dalam rumah.

Memang, melihat tampilan visualnya, cat untuk dinding dalam dan cat dinding luar nyaris tak ada bedanya. Perbedaan yang paling mencolok justru terlihat dari harga dua jenis cat tersebut. Cat untuk dinding luar biasanya dijual dengan harga lebih mahal, sekitar Rp 1 juta lebih untuk cat berukuran sekitar 20 liter. Hal ini wajar mengingat komposisi bahan untuk cat dinding luar lebih kompleks.

“Perlu hati-hati juga memilih cat untuk dinding luar, lebih baik pilih dari merk yang sudah dipercaya,” timpal Ruslan. Cat dengan kualitas baik konon bisa memiliki daya tahan hingga lebih dari lima tahun. Tapi tak urung keawetan lapisan cat juga dipengaruhi oleh cara pengaplikasiannya.

Ada dua kesalahan yang umum dilakukan orang awam saat pengecatan. Pertama, persiapan permukaan yang kurang baik. Sebelum dicat, dinding harus dipastikan dalam keadaan kering. Dinding yang lembab membuat lapisan cat tidak bisa menempel sempurna, sehingga warna pun tak merata dan cat mudah terkelupas.

Kesalahan kedua yang juga kerap dilakukan adalah pencampuran air yang berlebihan. Maksud hati mungkin baik, ingin menghemat pemakaian cat, namun langkah ini justru membuat hasil pengecatan kurang bagus. Lebih parah lagi, terpaksa memakai cat lebih banyak karena dinding harus diolesi cat yang berlapis-lapis secara berlebihan.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…