Selasa, 16 Maret 2010 20:25 WIB Sport Share :

Suryo Agung dan Trianingsih batal pindah

Semarang–Dua pelari andalan Jawa Tengah, Suryo Agung Wibowo dan Trianingsih, akhirnya membatalkan untuk pindah dari provinsi ini untuk kepentingan tampil pada PON XVIII/2012 Riau.

“Mereka sudah kami dekati dan mereka sudah menyatakan tetap akan membela Jawa Tengah pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau mendatang,” kata Sekum (demisioner) Pengprov PASI Jawa Tengah Husein Efendi di Semarang, Selasa (16/3).

Menurut dia, pengurus telah melakukan pendekatan dengan menceritakan kondisi Jawa Tengah saat ini terutama berkaitan dengan persoalan dana.

Suryo Agung dan Trianingsih bisa mengerti dan tetap bertahan di Jawa Tengah untuk kepentingan PON XVIII mendatang, kata Husein yang juga pelatih klub atletik Pandanaran Semarang.

Kehadiran kedua pelari tersebut bagi Jawa Tengah sangat penting karena dari merekalah Jateng bisa mendapatkan empat medali emas (ditambah satu emas dari Dwi Ratnawati nomor lempar cakram) pada PON XVII/2008 Kaltim.

Suryo Agung Wibowo adalah peraih dua medali emas dari nomor lari 100 dan 200 meter, kemudian dari Trianingsih juga mendapat dua emas dari nomor lari 5,000 dan 10 ribu meter.

Bahkan, keduanya mampu meraih empat medali emas saat memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games XXV/2009 Laos dari nomor-nomor lari tersebut.

Suryo Agung Wibowo memang sebelumnya mengancam akan pindah dari Jawa Tengah apabila perhatian Jateng terhadap dirinya dan pembinaan atlet terutama lari jarak pendek kurang.

Bahkan, pelari asal Kecamatan Banjarsari Kota Solo tersebut sudah mendapat tawaran dari beberapa daerah untuk pindah dari Jateng.

Kemudian Trianingsih juga sempat mendapat tawaran senilai Rp 1 miliar untuk membela Sumatra Selatan pada PON di Riau mendatang, bahkan Singapura juga mengajukan tawaran untuk Trianingsih senilai Rp 1,5 miliar.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…