Selasa, 16 Maret 2010 15:10 WIB Women Share :

Rumah perlu aman selain nyaman

Pernahkan Anda mendengar fabel mengenai rumah yang dibangun tiga babi bersaudara untuk berlindung dari serangan serigala jahat? Babi pertama membangun rumahnya dari jerami, babi kedua membuat rumah dari kayu, sementara babi ketiga membangun rumahnya dari batu bata lengkap dengan kunci pintu dan jendela. Serigala jahat dengan mudah menghancurkan rumah babi pertama dan kedua, namun ia gagal menghancurkan rumah babi ketiga.

Kisah pengantar tidur itu bisa memberikan pelajaran berharga. Bahwa rumah sebagai tempat berlindung tak hanya harus tampil cantik dan nyaman. Faktor keamanan bangunan dan elemen pendukungnya juga jadi pilar utama yang harus diperhatikan saat membangun tempat tinggal. Selain nyaman, rumah babi ketiga aman dari serangan serigala jahat karena dibangun kuat dan dilengkapi dengan kunci pintu serta jendela.

Nah, bicara mengenai keamanan rumah, bagian pintu dan jendela pasti langsung menjadi perhatian utama. Wajar sajalah, dua bagian ini merupakan akses keluar masuk rumah. Tak hanya bagi penghuni, tetapi juga para tamu, baik yang diundang maupun tidak. Yang terakhir itu, tentu bukan pihak baik, karena tujuannya tentu menjarah harta si empunya rumah. Mirip perilaku serigala jahat dalam kisah rumah tiga babi tadi.

Setiap pemilik rumah tentu tak ingin kediaman mereka jadi objek jarahan. Kalau begitu, mengapa tak coba melengkapi pintu dan jendela rumah dengan lock set yang aman dan tentu sesuai dengan konsep desain rumah? Ditilik dari ukurannya, lock set yang terdiri dari handle atau hendel, lock case serta silinder, memang terlihat remeh. Tapi bayangkan, jika elemen sederhana itu tak melindungi rumah, boleh jadi penghuninya selalu dibayangi rasa waswas.

Memilih lock set pun tak bisa dilakukan sembarangan, perlu memerhatikan kebiasaan anggota keluarga, kebutuhan dan tentu saja desain yang cantik. Tak perlu repot, pilihan lock set dengan berbagai fungsi dan desain bisa mudah ditemukan di pasaran. Mulai dari aneka bentuk hendel, lock case, hingga silinder. Secara garis besar, ada dua pilihan hendel yang tersedia, yaitu pull handle untuk pintu dorong serta hendel berleher yang umum digunakan.

Masing-masing hendel dilengkapi lock set yang berbeda. Untuk pintu dorong misalnya, lock case dilengkapi dengan lidah penahan berbentuk pelor yang memungkinkan pintu mudah dibuka dan ditutup hanya dengan mendorong pintu. Sementara untuk pintu dengan hendel berleher, lock case dilengkapi dengan lidah penahan swing (ayun). Cara kerjanya, saat hendel pintu ditekan ke bawah, lidah penahan akan tertarik ke badan lock case dan pintu pun terbuka.

“Pull handle biasanya digunakan untuk pintu utama, sementara hendel berleher bisa digunakan untuk pintu-pintu lain di dalam rumah, tapi tak sedikit pula yang menggunakannya untuk pintu utama. Tergantung selera,” kata Ari Gunawan, supervisor outlet Kenari Djaya Solo Square.

Nah, kalau ingin tampilan yang sedikit berbeda, lock set dengan model kenop juga bisa jadi pilihan. Biasanya, model seperti ini digunakan untuk pintu kamar mandi, lantaran alasan kepraktisan. Tapi ada juga model serupa yang digunakan untuk pintu masuk. Lock set model kenop untuk kamar mandi dilengkapi dengan tombol penahan pada hendel bagian dalam.

Saat ingin mengunci, cukup tekan atau putar tombol sehingga tak perlu repot memutar anak kunci. Sementara pada hendel bagian luar dilengkapi dengan silinder untuk memasukkan anak kunci. “Malah ada juga yang dirancang agar bisa dibuka dengan obeng, sehingga saat ada anak kecil atau warga lanjut usia yang terkunci di dalam, anggota keluarga lain bisa membuka pintu dengan bantuan obeng,” tambah Ari.

Sedikit berbeda, model kenop untuk pintu masuk dipilih model yang tak dilengkapi dengan tombol. Kedua sisi pintu dilengkapi dengan silinder. Untuk menguncinya harus memanfaatkan anak kunci. Tak cukup dengan variasi bentuk dan kegunaan, hendel juga dibuat dengan ragam pilihan bahan dan desain. Ada bahan stainless, kuningan, dan babet, yaitu campuran besi, kuningan dan baja.

Tiap-tiap bahan memiliki karakteristik masing-masing. Stainless misalnya, merupakan bahan hendel yang paling disukai karena lebih tahan karat dan aman dipasang di rumah tepi laut. Tampilannya pun sering kali berupa desain sederhana yang minimalis.

Sementara hendel berbahan kuningan, kerap kali tampil lebih elegan dengan desain yang lebih rumit. Namun Ari menyarankan tidak memasang hendel berbahan kuningan pada rumah yang berlokasi dekat pantai. “Udara pantai membuat kuningan mengalami karbonasi dan berkarat.” Hendel berbahan babet disukai karena harganya lebih murah. Sayangnya, kualitasnya masih ada di bawah bahan kuningan dan stainless. Bahan ini juga getas sehingga gampang patah.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…