Selasa, 16 Maret 2010 14:55 WIB News Share :

Prihatin bangsa, PKB ajak kiai kampung bersalawat

Semarang (Espos)–Merasa prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia, DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng mengumpulkan ratusan kiai kampung melakukan Salawat Kebangkitan.

Acara yang dilaksanakan di kantor DPW PKB Jateng Jl Pamularsih, Kota Semarang, Minggu malam (14/3) berlangsung khitmad. Salawat dan mujahadah dipimpin pengasuh Pondok Pesentren (Ponpes) Giri Kusumo, Mranggen, Demak KH Munif Zuhri.

Hadir sejumlah kiai, antara lain KH Dimyati Rois (Kendal), Habib Umar Muthohar (Semarang), selain itu juga Ketua DPW Abdul Kadir Karding, Seketraris Fuad Hidayat, Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Sukirman.

“Melalui Majelis Salawat Kebangkitan ini semoga bangsa Indonesia dapat ke luar dari cobaan,” kata Abdul Kadir Karding.

Menurut ia, kegiatan ini tak ada kaitannya sama sekali dengan politik, namun murni keagamaan dalam upaya menghidupkan tradisi salawat warga Nahdlatul Ulama (NU).

Kegiatan Majelis Salawat Kebangkitan ini, sambung Kadir tidak hanya di lakukan di DPW saja, tapi juga dilaksanakan tingkat DPC sampai ranting.

oto

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…