Selasa, 16 Maret 2010 14:46 WIB Kuliner Share :

Modifikasi bikin hidangan Jepang ramah di lidah

Di Indonesia, makanan Jepang mungkin masih kalah populer ketimbang makanan ala barat seperti burger atau ayam goreng tepung. Hal itu sepertinya tak lepas dari citra sajian daging ikan mentah dan setengah matang yang kurang sesuai dengan lidah sebagian besar orang Indonesia. Ditambah lagi, restoran Jepang yang menawarkan hidangan otentik acap kali tampil eksklusif dengan harga yang lebih sesuai bagi masyarakat berkantong tebal.

Tapi belakangan, muncul restoran Jepang dengan berbagai modifikasi rasa dan penyajian. Hidangan ala Jepang yang dikenal masyarakat Indonesia kini tak lagi hanya berkutat pada sashimi atau sushi. Mereka juga mulai mengenal aneka menu berembel-embel istilah Jepang yang diramu dengan bumbu Indonesia.

Tampilan restorannya pun mengalami modifikasi. Bukan lagi restoran berkonsep fine dining yang elegan, melainkan konsep resto cepat saji yang modern. “Konsep restoran ini adalah resto cepat saji. Selain penyajiannya relatif singkat, harganya juga murah, cocok untuk kantong mahasiswa,” kata Imam Susilo Nugroho, juru masak Christo Bento di kawasan Solo Baru, Sukoharjo.

Sesuai lidah Solo
Konsep serupa juga diterapkan Bee’s. Restoran cepat saji ini banyak menyajikan menu Jepang yang disajikan dalam bento. Masakannya pun tak lagi didominasi oleh daging ikan yang disajikan dengan saus pendamping, melainkan menu yang diolah dengan cara ditumis atau digoreng. Berbagai tambahan bumbu khas Indonesia seperti lada pun ikut ditambahkan agar makin sesuai dengan lidah wong Solo.

Sementara itu, Menurut Pongky Wijaya Saputra, manajer operasional Komachi, modifikasi rasa adalah hal yang mutlak. Itu sebabnya, pihaknya melakukan beberapa modifikasi rasa, termasuk pada saus pendamping. “Rasa sausnya dibuat sedikit berbeda dengan saus yang ada di kantor pusat di Semarang, karena selera orang Solo dan Semarang agak beda,” kata dia.

Namun, dibandingkan Bee’s dan ChristoBento yang betul-betul mengadopsi konsep cepat saji ala barat, konsep cepat saji Komachi sedikit berbeda. Di sini, pelanggan tetap dapat menikmati suasana restoran yang cozy dengan sentuhan detail Jepang di beberapa sudut. Hanya saja, beberapa bahan makanan yang sudah diracik terlebih dahulu, tinggal diolah dalam waktu yang relatif singkat.

Selain Christo Bento, Bee’s dan Komachi, konsep masakan Jepang siap saji lainnya juga bisa didapati di food court Solo Grand Mall. Setidaknya, ada dua resto masakan Jepang di tempat ini, yaitu Oiishi Bento dan Warung Katsu-Katsu. Namanya saja warung katsu, maka menu katsu memang jadi andalan. Selain, Anda juga bisa menjumpai dorayaki di sana. Mungkin Doraemon kerap singgah di situ.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…