Selasa, 16 Maret 2010 14:04 WIB Travel Share :

Ketika Tirtomoyo Jebres tak lagi rupawan…

Semua rasa curigaku
terhadapmu
Semata karena ku takut
kehilanganmu
Maka jangan coba tuk
berpaling darimu
Berpaling mengkhianatiku…

Sepotong lirik lagu SKJ yang dipopulerkan oleh grup band, ST 12 itu mengalun lantang dari alat pengeras suara di Kolam Renang Tirtomoyo Jebres, Solo, Minggu (14/3) siang. Seolah alunan lagu itu menjadi satu-satunya hiburan bagi para pengunjung kolam yang kondisinya memprihatinkan itu. Betapa tidak, kondisi fisik kolam renang yang pada masanya sempat menjadi primadona wong Solo itu, kini tak lagi rupawan.

Di beberapa bagian terdapat kerusakan, sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung. Kerusakan paling kentara yakni di bagian atap bangunan dimana sebagian eternit telah jebol. Ironisnya, kerusakan tersebut telah berlangsung cukup lama. Pihak penanggung jawab kolam tak kunjung memperbaiki kerusakan. Yang juga membuat tak menarik yakni cat bangunan yang sebagian besar telah mengelupas. Kendati tidak begitu berpengaruh, namun kurangnya perawatan kompleks kolam dikeluhkan pengunjung.

“Sebenarnya untuk kolam tidak kalah bagus dengan kolam lain, tapi bangunannya sudah jelek sejak lama,” ujar Dadang, 23, pengunjung Kolam Renang Tirtomoyo asal Ngepuh, Sawahan, Pasar Kliwon, Solo. Penuturan senada disampaikan Odi Arvianto, 17, asal Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, yang sering berenang di kolam Tirtomoyo. Menurut dia, bangunan kolam milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tersebut terkesan kurang dirawat.

Pada bagian lain, Kasi Kolam Renang Tirtomoyo, Sumardi, melalui asisten pelaksana, Ratmoko, menuturkan, jumlah pengunjung kolam relatif sedikit tiap harinya. Hanya pada hari Minggu, jumlah pengunjung bisa mencapai 300-an orang. Dia menguraikan, jumlah pengunjung pada hari biasa hanya sekitar 60-100 orang atau setara pendapatan Rp 100.000 dengan harga tiket Rp 3.000. Pada hari libur harga tiket dinaikkan menjadi Rp 3.500 per orang. Mengenai kerusakan bangunan, dia mengakui sudah sejak lama dan belum diperbaiki. Pihaknya sebatas fokus pada pengelolaan kolam supaya air tetap bersih dan tidak dikeluhkan pengunjung.

Kurniawan

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…