internet
Selasa, 16 Maret 2010 13:33 WIB Ah Tenane Share :

Kepace berkat

Sore itu setelah pulang kerja, Jon Koplo pamitan sama isterinya mau menghadiri acara syukuran kelahiran anak rekan kerjanya sesama pegawai kantor pemerintahan di Semarang. ”Lumayan, ngirit duit belanja,” batin Lady Cempluk, sang istri yang sengaja tidak menyiapkan makan malam.

Sementara itu, Tom Gembus, anaknya yang baru berusia 9 tahun yang biasa makan malam sehabis Magrib thingak-thinguk ketika mendapati meja makan kosong.

”Buk, lawuhe apa?” tanya Gembus memelas.

”Sabar ya Le, ngenteni Bapak kondur, mengko maem berkat,” hibur Cempluk.

Alhasil Gembus pun harus ngampet lapar hingga bapaknya pulang. Sialnya, Jon Koplo yang berangkat sejak sore tak kunjung datang juga. Gembus yang sudah kadhung mutung cuma bisa memble sampai ketiduran di depan televisi. Akhirnya Koplo sampai di rumah pukul 23.00 malam.

”Wah, sori ya Bu, mau dijak ngobrol Pak Bos. Iki nya, berkate,” ujar Koplo sambil menyerahkan dus oleh-olehnya.

Cempluk yang ikut-ikutan anyel karena kesuwen ngenteni langsung menyambar bungkusan kardus dari tangan suaminya kemudian nggugah Tom Gembus yang sudah bermimpi makan berkatan, ”Le, Bapak wis kondur, ayo maem sik.”

Namun betapa kagetnya Cempluk dan Gembus ketika membuka bungkusan itu. Pasalnya, tidak ada makanan siap santap di dalamnya, apalagi sate dan gule kambing seperti yang ada dalam bayangan mereka. Yang ada malah mi instan, telur mentah, gula dan minyak goreng yang dikemas dalam kardus seperti layaknya nasi berkat.

Alhasil, malam itu Cempluk terpaksa kluthekan masak mi instan rebus untuk makan malam keluarganya.

Arep mangan mi wae ndadak nunggu jam setengah rolas,” ujar Cempluk. Koplo cuma bisa nyengir merasa bersalah pada anak dan istrinya.

Kiriman Dyah Ratna Furi DA, Jl Wahyu Asri Utara IV CC 161 B, Tambak Aji, Ngaliyan, Semarang

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…