Selasa, 16 Maret 2010 15:03 WIB Women Share :

Karpet mampu hadirkan nuansa berbeda

Interior rumah yang biasa-biasa saja bisa terlihat outstanding hanya dengan tambahan elemen sederhana yang tetap fungsional. Pilihan banyak desainer interior sering kali jatuh pada pilihan karpet bermotif dengan warna yang atraktif. Meski karpet hanya merupakan elemen sederhana dalam penataan rumah, kehadirannya kerap kali justru memberi nuansa berbeda dalam ruangan.

Memilih karpet yang sesuai memang gampang-gampang susah. Harus dipilih yang sesuai dengan konsep desain ruangan dan yang lebih penting lagi aman bagi kesehatan. Bersyukurlah karena kini pilihan motif dan warna karpet sudah sangat beragam. Karpet asal Turki masih dipercaya memiliki kualitas baik meski tak sedikit pula yang lebih suka karpet buatan lokal karena harganya yang murah.

Ditilik dari motifnya, karpet terbagi menjadi empat jenis yaitu karpet bermotif klasik yang ditandai dengan motif rumit berbentuk bunga dan ornamen khas klasik, karpet motif modern yang tampil dengan pilihan motif berupa garis-garis tegas dengan kombinasi warna yang kontras. Lalu ada pula motif abstrak yang lebih mengarah ke motif klasik meski tak terlalu rumit dan karpet minimalis yang tak bermotif tapi tampil dengan warna yang ngejreng.

Pilihan bahannya pun beragam ada yang terbuat dari wool, polypropylene dan akrilik. Karpet berbahan polypropylene belakangan makin mendominasi pasaran, karena mambuat karpet lebih sejuk, tidak banyak menyerap kalor dan tidak kasar. “Bahan polypropylene juga tak menyimpan debu sehingga aman bagi orang yang alergi,” kata Afif, marketing Alishba Oriental Carpets di Solo Square.

Beda generasi rupanya beda selera pula dalam memilih karpet. Menurut Afif, karpet bermotif klasik dan abstrak lebih disukai oleh pelanggan berumur 40-an tahun ke atas, sementara pelanggan yang berusia relatif muda lebih suka karpet minimalis berbulu panjang yang biasa disebut karpet shaggy.

Tampilan karpet shaggy memang unik, benang karpetnya sengaja dibuat panjang dan halus, terasa lembut saat diduduki. Beberapa varian karpet shaggy ini bahkan dibuat dengan menyelipkan benang mengkilat, sehingga saat tertimpa cahaya, karpet menampakkan kerlap-kerlip. Tapi pilihan Espos jatuh pada karpet bermotif modern dengan variasi benang pada garis-garis motifnya. Teknik ini memberi kesan gradasi warna pada karpet.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…