Selasa, 16 Maret 2010 13:41 WIB News Share :

Din
Muhammadiyah tak terima dana asing terkait fatwa haram rokok

Surabaya–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsudin meluruskan kabar miring bahwa organisasi ini menerima dana miliaran rupiah dari LSM asing terkait fatwa haram merokok.

“Fatwa hukum dan gerakan penyuluhan antirokok adalah dua hal yang berbeda,” katanya setelah menjadi pembicara utama dalam seminar pramuktamar tentang relasi Muhammadiyah dengan politik di Gedung PW Muhammadiyah Jatim di Surabaya, Selasa (16/3).

Menurut dia, fatwa haram merokok yang dibahas Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah itu masih pandangan hukum, dan belum menjadi keputusan majelis tersebut secara nasional.

Rencananya, kata dia, Pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah akan membahas masalah itu dalam musyawarah nasional majelis tersebut di Malang, Jatim, pada April mendatang, sehingga akan benar-benar menjadi keputusan resmi dari organisasi ini.

“Tetapi, Muhammadiyah secara umum memang ikut dalam gerakan PBB dalam penanggulangan penyakit pandemi di dunia di antaranya flu burung, flu babi, TBC, dan penyakit pernafasan lainnya,” katanya.

Dalam gerakan secara internasional tersebut, menurut dia tentu ada dana dari dalam negeri dan asing. “Tetapi, dana itu tidak ada kaitan dengan fatwa haram tersebut. Itu hanya kebetulan sifatnya saling melengkapi,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…