Selasa, 16 Maret 2010 20:13 WIB Karanganyar Share :

Belasan warga Jaten keracunan

Karanganyar (Espos)–Belasan warga Dukuh Brujul dan Ngalasan Desa Brujul, Jaten, mengalami keracunan setelah menghadiri acara pernikahan di rumah Kadus setempat, Wagimin, Sabtu (13/3). Lima di antaranya bahkan harus di rawat di RSUD Kartini Karanganyar.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, kelima pasien yang sempat dirawat di RSUD adalah Daryanti, 40, Sukardi, 42, dan Sidik, 16, ketiganya merupakan satu keluarga dan tercatat sebagai warga Dukuh Duwet. Dua korban lain yaitu Rejo Sumarto, 60, dan Susilowati, 44, warga Dukuh Ngalasan. Mereka mengalami keracunan dengan gejala mual-mual, muntah, dan diare.

Direktur RSUD Karanganyar, Dr G Mariyadi, dalam penjelasannya kepada wartawan menyatakan korban keracunan dirujuk ke rumah sakit tidak secara bersamaan mulai Minggu (15/3) sore.

Daryanti yang kondisi tubuhnya terus melemah dilarikan kali pertama bersama Susilowati dan Rejo Sumarto pada petang hari, disusul Sukardi pukul 20.00 WIB, dan Sidik pada Senin (15/3) pagi.

“Dari kelima korban yang mendapat perawatan medis, satu pasien telah meninggalkan rumah sakit setelah kondisinya membaik. Sedangkan empat lainnya masih menunggu sembuh, tetapi sebenarnya juga sudah cukup sehat,” ungkapnya ketika ditemui di RSUD Kartini Karanganyar, Senin (15/3). Dikemukakan dia, korban yang telah keluar dari ruang perawatan adalah Sukardi, suami Daryanti.

Terkait penyebab keracunan, G Mariyadi mengatakan saat ini masih dalam penelitian petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar. Hal itu seperti pula dibenarkan Camat Jaten, Bachtiyar S.
Menurutnya, belum bisa dipastikan jenis makanan yang meracuni para korban. Pasalnya, ujar dia, ada banyak makanan yang dikonsumsi warga yang saat itu berkumpul di rumah Wagimin.

“Sampel sisa makanan sudah diteliti Dinkes. Tetapi memang ada banyak jenisnya, mulai dari sup, es buah, serta ayam. Sejauh ini belum bisa diketahui makanan mana yang menjadi penyebab keracunan,” sambungnya seusai menjenguk korban di RSUD.

Bachtiyar menyatakan, meski belum dipastikan jenis makanan yang meracuni warga, pihaknya menduga diakibatkan menu prasmanan.
Pada bagian lain, salah satu korban keracunan, Daryanti, masih mengalami Diare hingga Senin (15/3) siang. Dia menuturkan, ketika itu dirinya ikut membantu memasak di rumah Wagimin. Selain mengonsumsi sup dan es buah, dirinya juga memakan sambal goreng dan opor ayam.

try

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…