Senin, 15 Maret 2010 12:58 WIB News Share :

Umat Hindu gelar Tawur Agung di Prambanan

Yogyakarta— Ribuan umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah menggelar upacara ritual Tawur Agung Kesanga tahun Saka 1932 di Pelataran Candi Prambanan, Senin (15/3).

Ketua Perhimpunan Hindu Dharma (PHDI) DIY, Ida Bagus Agung mengatakan, upacara Tawur Agung Kesanga atau Wisuda Bumi ini merupakan rangkaian ritual menyambut Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1932.

“Wisuda Bumi merupakan upacara bhutayadnya atau korban suci yang diperuntukkan bagi para bhutakala demi kesejahteraan dan kelestarian alam semesta yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi,” jelasnya.

Ia mengatakan, maksud dan tujuan Tawur Agung Kesanga ini adalah mewujudkan terciptanya keserasian, keselarasan, keharmonisan dan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan manusia dengan lingkungannya secara utuh lahir dan batin.

“Dengan persiapan ini maka umat Hindu mulai melakukan Berata Penyepian pada hari Raya Nyepi yakni ‘amati geni’ atau membunuh nafsu dalam dirinya, ‘amati lelungan’ atau tidak melakukan perjalanan, ‘amati karya’ atau tidak melakukan aktivitas bekerja dan ‘amati lelanguan’ atau tidak menikmati hiburan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam upacara Tawur Agung ini umat Hindu diperciki dengan air suci yang diambil dari mata air dan laut yang ada di DIY dan Jawa Tengah.

“Air suci tersebut sebelumnya disemayamkan di tiga candi yakni Candi Wisnu, Candi Syiwa dan Candi Brahma yang terdapat di komplek Candi Prambanan,” katanya.

Upacara Tawur Agung ini juga dihadiri Menteri Agama Surya Dharma Ali, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluya dan Perhimpunan Hindu Dharma Pusat.

ant/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…