Senin, 15 Maret 2010 18:27 WIB Hukum Share :

Satgas Mafia Hukum terima 325 laporan

Jakarta--Satuan Tugas Pemberantasan (Satgas) Mafia Hukum mengungkapkan praktek mafia peradilan yang dilaporkan masyarakat. “Hingga saat ini,  kita sudah menerima 325 laporan dari masyarakat,” kata Denny Indrayana saat menjadi pembicara pada sebuah seminar yang digelar  Gerakan Pemuda Anshor Nahdatul Ulama di Kantor Pusat NU, Jakarta, Senin (15/3).

Menurut dia, dari keseluruhan laporan tersebut, Satgas Mafia Hukum telah mereview 301 laporan. Hasilnya,  Mahkamah Agung dan pengadilan di bawahnya menempati urutan pertama dengan 128 kasus mafia hukum. Kepolisian menempati posisi kedua dengan 101 kasus. Kejaksaan berada di posisi berikutnya dengan 67 kasus.

Dari laporan tersebut, lanjut Denny, terungkap 92 kasus terkait masalah sengketa lahan. Kasus korupsi juga menjadi lahan subur praktek mafia hukum dengan 56 kasus dan kasus penipuan tercatat  24 kasus.

Menurut Denny, pemberantasan korupsi tidak akan pernah efektif selama mafia hukum masih berpraktek di  dunia peradilan. “Lawan kita sudah sagat jelas. Terang benderang,” ujarnya.


tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…