Ilustrasi pemudik Lebaran (Dok/JIBI/Solopos)
Senin, 15 Maret 2010 23:35 WIB Karanganyar Share :

Puskesmas kekurangan pasokan Paracetamol

Karangnyar (Espos)–Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Karanganyar kekurangan pasokan obat penurun panas, Paracetamol. Kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan belakangan ini.

Seorang petugas Puskesmas Tawangmangu yang ditugaskan di klinik Pasar Wisata Tawangmangu, Sapto menuturkan, sudah beberapa minggu Puskesmas di tempatnya bekerja tidak memiliki pasokan obat penurun panas. Padahal, beberapa pasien yang ia tangani membutuhkan obat tersebut.

“Saya kurang tahu mengapa obat itu bisa kurang,” katanya akhir pekan lalu.

Ia sebelumnya telah meminta kepada Puskesmas setempat untuk menambah pasokan Paracetamol. Sedangkan dari pihak Puskesmas juga sudah beberapa kali meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar untuk menambah obat tersebut.

Agar para pasien yang mayoritas penjual sayur dan buah di pasar Tawangmangu tetap mendapat obat penurun panas, maka Sapto seringkali membeli Paracetamol ke apotik terdekat. “Saya keluar duit pribadi. Per bungkus besar Paracetamol harganya sekitar Rp 50.000.”

Hal senada juga diungkapkan Kepala Puskesmas Colomadu I, dr Istiati. Beberapa minggu terakhir kemarin, pihaknya memang kekurangan beberapa jenis obat. “Tidak hanya Paracetamol, tapi juga CTM dan beberapa obat lain,” terang Istiati

m87

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…