Senin, 15 Maret 2010 10:30 WIB News Share :

PKS tak setuju boikot Sri Mulyani

Jakarta— Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Dewan Perwakilan Rakyat mempertimbangkan masak-masak rencana pemboikotan terhadap pembahasan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara Perubahan 2010.

Menurut PKS, jangan sampai kepentingan pembangunan dan rakyat banyak dikesampingkan.
“Lebih jauh boikot akan membuat DPR kehilangan kesempatan untuk mengkritisi rencana anggaran yang diajukan pemerintah secara dini, langsung, dan terbuka,” kata Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, Senin (15/3).

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mengimbau agar seluruh anggota DPR dapat terus terlibat secara pro-aktif, kritis dan konstruktif di Komisi-komisi masing-masing maupun khususnya yang ada di Badan Anggaran (Banggar) memperjuangkan aspirasi anggaran yang pro rakyat secara transparan. Silakan lanjutnya,  nanti Menteri Keuangan Sri Mulyani ke parlemen membicarakannya.

Sementara itu terkait hasil Angket Century, yang telah menyebut  sejumlah nama yang diduga bertanggungjawab dan termasuk di dalamnya Sri Mulyani Indrawati, tambah Mustafa, FPKS telah menyerahkan masalah ini ke ranah hukum, tentu dalam pengawasan DPR yang intensif.

vivanews/rif

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…