Senin, 15 Maret 2010 19:55 WIB News Share :

PBNU
Berantas teroris jangan minta imbalan ke AS

Jakarta— Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengatakan, pemberantasan terorisme yang gencar dilakukan Polri jangan sekadar untuk menyenangkan pemerintah Amerika Serikat (AS).

“Tapi untuk citra agama, kepentingan nasional dan kemanusiaan. Apalagi belakangan ada suara-suara yang mau minta hadiah dari pemberantasan terorisme mulai terdengar,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/3).

Ia mengatakan, sikap itu hanya akan merendahkan martabat bangsa. Ia juga menilai, Amerika akan mencibir Indonesia bila mau menerima imbalan.

“Sungguh sifat cari muka, sifat inlander serta miderwaardigheit compleks harus segera kita tinggalkan demi martabat bangsa. Dan aparat keamanan harus kembali ke proses hukum dalam menangani terorisme sebagaimana dekade yg lalu agar indonesia lebih bermartabat,” kata Hasyim.

Sementara itu juru bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen mengatakan, penanganan terhadap terorisme baik yang dilakukan TNI maupun Polri sama sekali tidak berupaya untuk mencari muka atau menyenangkan pihak tertentu seperti pemerintah AS.

“Untuk apa kita capek-capek cari muka, menyenangkan hati pihak lain?,” katanya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….