Senin, 15 Maret 2010 20:43 WIB News Share :

1-3 Mei, mogok nasional pekerja rumah tangga

Jakarta— Tim Pembela Pekerja Rumah Tangga (PRT) mendeklarasikan gerakan mogok nasional untuk pekerja rumah pada 1-3 Mei 2010, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, 1 Mei.
“Kami menghimbau bagi pengguna jasa untuk membebaskan pekerja rumah tangga pada tanggal itu,” ujar Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Nurkholis Hidayat, dalam keterangan pers di kantornya, Senin (15/3).

Tim Pembela Pekerja Rumah Tangga terdiri dari Human Right Working Groups, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Migrant Care, Serikat Buruh Migran Indonesia, Solidaritas Perempuan dan Trade Union Right Center.

Mogok nasional dilakukan,  kata Nurkholis, untuk mendukung disetujuinya Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah. “Kami akan sebarkan seruan ini lewat jejaring sosial, baik facebook, twitter dan yang lainnya,” ujarnya.

Koordinator Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga, Lita Angggraini, menambahkan mogok nasional tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa pekerja rumah tangga punya peran penting dalam kehidupan sosial, budaya dan ekonomi. Bukti nyatanya sudah terlihat ketika masa Lebaran.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…