Minggu, 14 Maret 2010 21:57 WIB Issue Share :

PLKJ beri penghargaan bagi pelestari budaya Jawa

Solo (Espos)–Para tokoh masyarakat dari dalam dan luar kota yang mengenakan pakaian adat duduk memenuhi kursi Gedung Graha, kampus II STIE-AUB Solo, Minggu (14/3). Sebelum menerima penghargaan dari Pusat Lembaga Kabudayan Jawi (PLKJ), mereka lebih dahulu menikmati alunan lagu Solo Kutha Budaya yang dimainkan dua anak muda asal Solo, Mesias Risang Guru Prawira dan Endah Nur Ciwi Hapsari.

Kolaborasi Mesias yang memainkan gitar dengan Ciwi yang memainkan kendang Jawa menjadi hiburan istimewa pada acara PLKJ Award XV tersebut. Mesias, 19, dan Ciwi, 14, juga menjadi bagian di antara masyarakat yang mendapatkan penghargaan sebagai pelestari budaya Jawa dari PLKJ.

Ya, di tengah arus globalisasi, PLKJ tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan acara yang digelar tiap tahun sekali ini.

Sekretaris persedium PLKJ, Djadiroen Warongkogoeno menyatakan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan kerja keras para tokoh masyarakat yang memiliki dedikasi tinggi melestarikan tradisi dan budaya leluhur.

Dari sekitar 110 penerima penghargaan tersebut, mereka memiliki berbagai macam latar belakang dan profesi. Di antaranya dari kalangan budayawan dan seniman, pengusaha, pegawai negeri sipil (PNS), hingga petani. Misalkan saja, Sutadi asal Klaten yang sudah lama berkecimpung dalam seni pedalangan, Hyang Brahmaraja sebagai Raja Abiseka Majapahit di Jimbaran Bali, serta Winarno petani yang setia sebagai pelestari budaya Jawa asal Ngawen, Gunung Kidul.

“Dengan penghargaan seperti ini, justru menjadi cambuk bagi saya untuk terus bisa menjaga budaya bangsa ini,” papar Hyang Brahmaraja kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Purnomo Subagyo yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, pemberian penghargaan dari pihak PLKJ  pantas diapresiasi

“Ini sekaligus menjawab ironi tentang istilah Wong Jawa Ilang Jawane. Maka dengan penghargaan PLKJ ini, khususnya masyarakat Solo, diharapkan bisa melestarikan dan mengembangkan kebudayaannya,” pungkasnya.

hkt

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…