Minggu, 14 Maret 2010 19:26 WIB News Share :

Perangkat desa Jateng kumpulkan koin untuk dukung UU Perdesaan

Semarang (Espos)–Perangkat desa se- Jateng yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Nusantara (Parade Nusantara) melakukan gerakan pengumpulan koin guna mendukung pembuatan Undang-undang UU tentang Perdesaan.

Ketua DPD Parade Nusantara Jawa Tengah, Lasiman mengungkapkan gerakan pengumpulan koin dilakukan perangkat desa anggota Parade Nusantara di seluruh kabupaten di Jawa Tengah.

“Nantinya dana yang terkumpul diserahkan kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Parade Nusantara guna mendukung dan mendorong pembahasan UU tentang Perdesaan segera dilakukan DPR,” katanya di Semarang akhir pekan lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, proses pengumpulan koin juga menerima pecahan uang kertas, saat ini masih terus berlangsung di daerah-daerah.
Mekanismenya dari kelurahan dikumpulkan ke pengurus Parande Nusantara tingkat kecamatan, selanjutkan kepada pengurus kabupaten/kota untuk diteruskan ke DPD provinsi.

Hasil sementara dari pengumpulan koin berasal dari sekitar 200 perangkat desa se-Kabupaten Demak berasil dihimpun dana senilai Rp 11 juta.

“Kami harapkan anggota Parade Nusantara dari kabupaten/kota lainnya segera menyerahkan hasil pengumpulan poin. Berharap nantinya dapat mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Menurut Lasiman, berdasar informasi yang diperoleh, sampai sekarang DPR belum membahas UU tentang Perdesaan yang telah masuk dalam daftar pembahasan dengan nomor 60. Namun setelah adanya aksi demo puluhan ribu perangkat desa dari seluruh Indonesia di Gedung di DPR, pada  22 Februari lalu anggota DPR menjanjikan akan memprioritaskan pembahasan pada tahun 2010.

oto

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…