Minggu, 14 Maret 2010 20:53 WIB Sport Share :

Alonso menangi GP F1 Bahrain

Sakhir–Fernando Alonso berjaya di balapan pertamanya sebagai pembalap Ferrari. Ia tampil sebagai juara di seri pembuka 2010 di Bahrain, dan timnya bahkan mendominasi balapan dengan mengisi dua podium teratas.

Pada balapan di sirkuit Sakhir, Minggu (14/3), Alonso keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu satu jam 39 menit 39,206 detik sepanjang 49 lap. Felipe Massa menguntit pembalap Spanyol itu di posisi kedua.

Kemenangan ini menjadi istimewa baik buat Alonso maupun Ferrari karena baru kali ini mereka bekerja sama. Alonso pun menambah koleksi kemenangannya menjadi 22 kali, sekaligus memberi kemenangan pertama buat “Si Kuda Jingkrak” sejak Massa melakukannya pada 2 November 2008 di Brasil.

Ini juga merupakan finis 1-2 pertama buat Ferrari semenjak Massa dan Kimi Raikkonen menorehkan prestasi itu di GP Prancis 2008 di bulan Juni.

Sukses besar Alonso dan Ferrari juga membuyarkan harapan besar Sebastian Vettel. Memimpin lomba dari awal, pembalap Red Bull itu kehilangan peluang juara karena mobilnya melemah di lap 34, sehingga dapat disusul berturut-turut oleh Alonso dan Massa. Apa boleh buat, Vettel bahkan tidak bisa meraih podium karena tempat ketiga diambil Lewis Hamilton dari tim McLaren.

Berturut-turut finish setelah Vettel adalah Nico Rosberg dari Mercedes GP dan rekan setimnya, si juara dunia tujuh kali yang telah comeback, Michael Schumacher.

Juara musim lalu Jenson Button mengisi tempat ketujuh, Mark Webber kedelapan, Vitantonio Liuzzi kesembilan, dan Rubens Barrichello mengunci tempat poin terakhir, peringkat 10.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…