Sabtu, 13 Maret 2010 20:52 WIB Karanganyar Share :

Korban jembatan ambrol ditemukan di Sragen

Karanganyar (Espos)–Salah seorang korban jembatan ambrol di Dukuh Jikut Desa Gondangmanis, Karangpandan, Eko Yulianto, 14, akhirnya ditemukan tewas di Sungai Mungkung, Sidoarjo, Sragen, Sabtu (13/3) siang.

Kondisi tubuh korban ditemukan warga setempat sekitar pukul 14.30 WIB, dalam kondisi menggelembung namun tidak mengalami luka-luka. “Setelah masyarakat dibantu tim SAR mengevakuasi korban, jenazah lalu dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sragen,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, Sabtu (13/3) sore.

Untuk memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Eko Yulianto, maka pihak keluarga diminta untuk datang ke RS. Setelah pihak keluarga membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah Eko Yulianto, famili korban langsung membawanya pulang ke Dukuh Kebonromo Desa Gondangmanis, Karangpandan, tempat korban berdomisili.

Penemuan mayat itu berawal saat seorang bocah, Adi, 13, warga Dukuh Mungkung, Desa Jetak, Sidoharjo, Kabupaten Sragen, tengah menggembala kambing di tepi Sungai Mungkung. Saat hendak meminumkan kambingnya di tepi sungai itu, dari arah selatan Adi melihat sesosok mayat mengapung terbawa air sungai yang mengalir tenang.

Eko adalah salah satu korban ambrolnya Jembatan Jikut yang pada Selasa (9/3) malam lalu diterjang arus sungai. Selain Eko, ambrolnya jembatan itu juga merenggut nyawa Bayu Tri Setyanto, 16, rekan Eko, yang pada saat kejadian, keduanya mengendarai motor dan akhirnya tercebur ke sungai beserta sepeda motor yang dikendarai.

Mayat Bayu ditemukan tim SAR Karanganyar, Rabu (10/3) pagi sekira jam 09.00 WIB. Sementara Eko ditemukan pada hari keempat setelah kejadian. Hingga kini, jembatan dengan panjang sekitar 20 meter itu belum mendapat perbaikan.

m87/trh

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…