Sabtu, 13 Maret 2010 11:21 WIB News Share :

Hujan lebat ancam sejumlah wilayah

Jakarta—  Masa transisi musim hujan ke musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan, hingga 15 Maret 2010, hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Karena itu, ancaman banjir dan tanah longsor perlu diwaspadai.

”Angin kencang dan puting beliung yang menimbulkan gelombang laut tinggi juga masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah,” kata Kepala Bidang Informasi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mulyono Prabowo, Jumat (12/3) di Jakarta.

Berdasarkan pantauan citra satelit, lanjut Mulyono, potensi hujan lebat terjadi di pesisir barat dan timur Sumatera pada bagian tengah dan selatan hingga Riau, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Kemudian, wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Bogor, dan sekitarnya, hingga Sulawesi Selatan, Maluku, serta Papua.

”Hujan lebat dengan durasi singkat bisa terjadi siang menjelang sore, sedangkan pagi harinya terjadi terik matahari,” kata Mulyono.

Manajer Laboratorium Teknologi Sistem Kebumian dan Mitigasi Bencana pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Fadli Syamsudin mengatakan, pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau seperti sekarang ini, yang perlu diwaspadai adalah potensi puting beliung.

Kepala BMKG Sri Woro B Harijono secara terpisah dalam siaran persnya menyatakan, prakiraan musim kemarau 2010 yang berlangsung April, secara umum disimpulkan memiliki sifat hujan normal dan di bawah normal.

Sementara itu, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini dari hujan ke panas terik atau sebaliknya berpengaruh pada pertanian. Sejumlah petani di Jawa Timur menyatakan, selain muncul berbagai penyakit, produktivitas tanaman padi juga menurun hingga 20 persen.

”Ratusan hektar tanaman padi rusak diserang jamur,” kata Asikin Hariyanto, pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Gresik, Sabtu (13/3).

kompas/rif

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…