Jumat, 12 Maret 2010 07:23 WIB Pendidikan Share :

PNFI Kemendiknas alokasikan dana Rp 20 miliar untuk KWU

Solo (Espos)–Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesetaraan mengalokasikan dana senilai Rp 20 miliar untuk pengembangan 100 lembaga pendidikan nonformal mengenai pembelajaran kewirausahaan (KWU).

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan nonformal (PNF), Hamid Muhammad, pengembangan pendidikan kesetaraan tidak hanya mengacu pada bidang akademik tetapi lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program kesetaraan memberikan pendidikan KWU. Dia mengatakan, terkait hal tersebut untuk tahap awal dirinya akan menunjuk100 lembaga pendidikan dengan alokasi Rp 20 miliar, dengan demikian diharapkan siswa akan memiliki life skill yang dapat diandalkan untuk seusai menyelesaikan pendidikan.

“Program ini akan digelar secara bertahap dan kami akan memantau secara langsung output yang dihasilkan dari 100 lembaga tersebut,” jelas dia ketika dijumpai Espos dalam acara Orientasi Program dan Kebijakan Direktorat Pendidikan Kesetaraan Tahun 2010 di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Kamis (11/3).

Lebih lanjut mengenai persyaratan mendapatkan alokasi dana untuk pembelajaran KWU, dia menerapkan sejumlah kriteria misalnya sekolah tersebut harus memiliki acuan pengembangan bidang industri yang merupakan ciri khas daerah tersebut. Dia mengatakan, terkait program tersebut pihaknya akan memfokuskan jenjang pendidikan tingkat paket B atau setara SMP dan paket C atau setara dengan SMA.

“Untuk tahap awal sekolah tersebut dapat mendatangkan instruktur dari luar yang berkompeten,” jelas dia.

Dalam acara yang dihadiri perwakilan pejabat di bidang kesetaraan se-Indonesia tersebut, dia mengungkapkan akan mengkonsepkan pendidikan nonformal dengan menggunakan program home schooling yang terhubung sistem internet. Dengan demikian siswa tidak harus datang ke kelas untuk mendapatkan materi pendidikan.

das

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…