Jumat, 12 Maret 2010 14:47 WIB News Share :

DPR minta pemerintah tak naikkan TDL sepihak

Jakarta–Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Effendi Simbolon meminta pemerintah tidak menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen secara sepihak tetapi harus dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dewan terlebih dulu.

“Pemerintah jangan menaikkan TDL secara sepihak. Memang menurut undang-undang (UU 30/2009) kenaikan TDL menjadi wewenang pemerintah tetapi harus dikonsultasikan dan disetujui dewan terlebih dahulu,” kata Effendi Simbolon dalam keterangan pers bersama Zainuddin Alam di gedung DPR Senayan Jakarta, Jumat (12/3).

Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani mengumumkan pemerintah berencana menaikkan TDL rata-rata 15 persen untuk semua golongan. Kenaikan tersebut rencananya akan dilakukan mulai Juni 2010.

“Kami minta pemerintah tidak tergesa-gesa mengumumkan suatu kebijakan yang berdampak nasional dan berat bagi masyarakat. Kalau baru usulan pengajuan kenaikan, katakan saja. Jangan seolah-olah DPR bawahan pemerintah yang pasti menyetujuinya,” kata Effendi dengan nada tinggi.

Effendi menegaskan adanya beberapa kejanggalan dalam rencana kenaikan TDL oleh pemerintah ini. Effendi menjelaskan pada APBN disebutkan subsidi listrik sebesar Rp 36 triliun. Sementara dalam RAPBN-P subsidi akan dinaikkan menjadi Rp 42 triliun dengan catatan TDL akan tetap.

Namun, tambah Effendi tiba-tiba pemerintah mengumumkan akan menaikkan TDL rata-rata 15 persen. “Ini kan aneh. Subsidi dinaikkan tetapi TDL dinaikkan juga,” kata Effendi.

Ia mengingatkan pemerintah bahwa Hak bugjet itu ada di DPR. Dengan demikian, pemerintah tak bisa seenaknya sendiri.

Ia mengingatkan pemerintah jangan menggunakan cara-cara lama seperti dalam kasus Bank Century. Pengalaman kasus Bank Century harus menjadi acuan soal kehati-hatian dalam mengambil kebijakan.

Dengan demikian jika UU no 30 tahun 2009 tentang kelistrikan mengamanatkan kenaikan TDL harus dikonsultasikan dan mendapat persetujuan DPR terlebih dulu, maka hal itu wajib dilakukan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…