Kamis, 11 Maret 2010 23:44 WIB Sragen Share :

Talut Sungai Kedawung ambrol, warga minta segera diperbaiki

Sragen (Espos)–Talut Sungai Kedawung, Kecamatan Kedawung, Sragen ambrol, lantaran gerusan air sungai saat volume air meningkat pascahujan deras awal pekan ini. Akibatnya lahan pertanian seluas puluhan meter persegi hanyut terbawa arus air sungai tersebut. Warga Desa Kedawung meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen segera memperbaiki talut yang ambrol dan bendungan sungai yang keropos.

Salah seorang warga Dukuh Kedawung, Marijan, 50, saat ditemui Espos, Kamis (11/3), mengungkapkan, talut yang ambrol di sisi barat Jembatan Kedawung yang menghubungkan Kecamatan Kedawung dan Karangmalang tingginya sekitar lima meter dan panjangnya mencapai 10 meter lebih.

Sebelumnya aliran Sungai Kedawung ini, kata dia, cukup sempit, namun akibat arus sungai yang besar aliran sungainya melebar.

”Arus sungai itu mengikis tanah di kanan dan kiri aliran. Talut yang terbuat dari beronjongan kawat berisi batu juga ikut ambrol. Jika talut itu tidak segera diperbaiki, maka gerusan air sungai akan terus mengancam dan kerugian petani dikhawatirkan bakal terus bertambah,” tambahnya.

Di samping talut sisi barat, imbuhnya, talut di sisi timur di bawah bendungan juga menganga membentuk rongga air ke dalam, karena gerusan air yang terus menerus. Beton bendungan sugai sepanjang lebih dari lima meter juga tergerus keropos bagian atasnya, padahal proyek pembangunan bendungan dan talut itu baru selesai dibangun pada pertengahan tahun 2009 lalu.

”Tujuan membendung aliran sungai itu untuk mengurangi derasnya air sungai. Di samping itu bendungan sungai itu bisa dimanfaatkan petani untuk mengoncori areal pertaniannya saat kemarau tiba,” tegas Marijan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen, Zubaidi saat dikonfirmasi Espos, membenarkan ada laporan tebing sungai yang longsor, bukan ambrol, akibat banjir beberapa hari lalu. Menurut dia, kondisi talutnya masih aman, tidak begitu mengkhawatirkan. Kendati demikian, sambungnya, DPU tetap melakukan inventarisasi titik-titik bencana akibat banjir.

trh

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…