Kamis, 11 Maret 2010 19:12 WIB Solo Share :

Solo Technopark kekurangan dana Rp 153 miliar

Solo (Espos)–Proyek besar pembangunan Solo Technopark (STP) masih membutuhkan sedikitnya Rp 153 miliar untuk menuntaskan seluruh rencana pembangunan.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo baru menerima 25% dari total kebutuhan biaya yang diperkirakan sebesar Rp 204 miliar. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo memproyeksi jika pertumbuhan pembangunan yang dibarengi ketersediaan dana berlangsung seperti kondisi dua tahun terakhir, masih dibutuhkan enam tahun lagi untuk merampungkan semua bangunan sesuai rancangan awal.
Kepala Bappeda Solo, Anung Indro Susanto mengakui pembangunan STP terkendala dana. Saat ini, baru 25% dari total kebutuhan dana, Rp 204 miliar, yang telah tercukupi.

“Yang sudah berjalan sejak 2008, dana berasal dari Kementrian Perdagangan, Kementrian Pendidikan, ada juga dari Kementrian Perindustrian. Dari APBD kota juga sudah dikeluarkan dana Rp 7 miliar. Tapi itu belum cukup, masih dibutuhkan sekitar 75% dari total kebutuhan dana,” papar Anung, saat ditemui wartawan, seusai Pembukaan Diklat dan Penyerahan Beasiswa Indonesia Eximbank, di STP, Kamis (11/3).

Untuk tahun ini, Anung menambahkan, Pemkot Solo masih menunggu konfirmasi dari Kementrian Perdagangan yang rencananya memberi bantuan untuk pembangunan gedung trade center. Dia menjelaskan, saat ini, di STP baru berdiri bangunan training center dengan dua jenis pelatihan, yaitu pelatihan mekanik dan pelatihan pengelasan bawah air. Kelak, di kompleks tersebut, rencananya juga akan berdiri bangunan untuk penelitian dan bisnis incubator.

Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), dalam sambutannya juga menjelaskan kondisi tersebut. Menurut dia, STP sangat potensial untuk dikembangkan. Namun, Walikota menyebut, Pemkot Solo tidak dapat membangun STP tanpa bantuan pemerintah pusat maupun kalangan swasta yang peduli.

tsa

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…