Kamis, 11 Maret 2010 22:58 WIB Karanganyar Share :

Satu korban Jembatan Jikut belum ditemukan

Karanganyar (Espos)–Satu dari dua korban ambrolnya Jembatan Jikut di Kecamatan Karangpandan, Eko Yulianto, hingga Kamis (11/3) sore, belum berhasil ditemukan. Tim Search and Rescue (SAR) Karanganyar dibantu warga terus berupaya melakukan pencarian.

Salah seorang tokoh masyarakat Dukuh Kebonromo Desa Gondangmanis, Karangpandan, Rasmono, dalam penjelasannya kepada Espos menyebutkan proses pencarian korban memang menemui kendala. Selain karena medan yang cukup sulit, hal itu karena lokasi hanyutnya Eko di Sungai Jikut memang dikenal memiliki arus cukup deras dibanding sungai-sungai lain disekitarnya.

“Hingga sekarang pencarian masih terus berlanjut. Tidak hanya tim SAR, warga pun turut membantu dan bahu-membahu melakukan upaya yang sama. Tetapi sampai saat ini memang belum ditemukan tanda-tanda dimana keberadaan korban,” ungkapnya di sela-sela penyisiran Sungai Jikut.

Menurut Rasmono, warga tidak berputus asa dan terus menyusuri sungai agar korban Eko secepatnya ditemukan. Mereka yang terlibat dalam pencarian, ujarnya, juga cukup banyak mencapai puluhan orang. Mengenai pelaksanaannya, dilakukan sejak pagi hingga petang. Pada malam hari proses pencarian terpaksa dihentikan karena situasi dan cuaca di lapangan yang sering tidak mendukung.

Sementara itu keluarga korban Eko, hanya bisa pasrah menerima keadaan yang dialami korban. Namun demikian tak jarang di antara mereka yang berteriak histeris karena tak kuasa menanggung beban.
“Jadi selain membantu pencarian, warga juga harus menghibur keluarganya agar bersabar dan tidak bersedih yang berlebihan. Bagaimana pun semua pihak sudah berupaya menemukan Eko secepatnya.”

Masih menurut Rasmono, warga dan tim SAR Karanganyar berencana melakukan pencarian di sebuah dam atau bendungan yang dikenal sangat dalam dan memiliki pusaran air cukup kuat.

“Besok kami akan mengangkat palang besi di dalamnya untuk mengalirkan air yang di damnya. Ada kemungkinan tubuh korban terjebak disana karena airnya memusar,” sambungnya lagi.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Karanganyar, Aji Pratama Heru K, dalam penegasannya kepada Espos menyebutkan saat ini tim SAR telah memindahkan posko pencarian ke arah hilir sungai dengan radius sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian. Hal itu menyusul lokasi penyisiran yang bergeser guna mencari korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Eko Yulianto, 14,  dan Bayu Tri Setyanto, 16, warga Dukuh Kebonromo RT 01/RW XII Desa Gondangmanis, menjadi korban ambrolnya Jembatan Jikut, Selasa (9/3) malam.

try

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…