Kamis, 11 Maret 2010 16:56 WIB News Share :

MoU Perlindungan TKI di Malaysia rampung

Jakarta— Perwakilan Indonesia dan Malaysia telah menyepakati draft memorandum of understanding (MoU) perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Draft ini pun siap diteken.

“Alhamdulillah, setelah berbulan-bulan dilakukan perundingan, akhirnya seluruh substansi MoU telah disepakati. Ini merupakan momentum penting bagi perlindungan TKI di Malaysia,” ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di kantornya, Jakarta, Kamis (11/3).

Muhaimin mengatakan MoU Indonesia-Malaysia ini akan mengubah substansi MoU yang lama yang ditandatangani pada tahun 2004. Dalam MoU tahun 2004, disebutkan paspor TKI dipegang majikan dan tidak ada hari libur dalam seminggu.

Menurutnya, berbagai kasus kekerasan dan penganiayaan TKI selama ini dituding sebagai akibat dari kedua persoalan tersebut.

“Substansinya menyangkut 4 hal penting yaitu paspor, satu hari libur, join task force, dan biaya penempatan,” jelas mantan Wakil Ketua DPR ini.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dirjen Binapenta Kementerian Abd Malik Harahap di sela-sela perundingan MoU Indonesia dengan Malaysia di Kuala Lumpur berharap TKI yang tidak berdokumen resmi akan semakin kecil jumlahnya. Dengan demikian perlindungan akan lebih mudah dilakukan.

Khusus mengenai upah, lanjut Malik, kedua belah pihak menyerahkan ketentuannya sesuai dengan kebutuhan pasar. Pihak Kementerian akan memperketat proses pemberian rekomendasi job order dan kontrak kerja antara perusahaan pengerah maupun majikan dengan TKI.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…