Kamis, 11 Maret 2010 10:40 WIB News Share :

Ancaman bom, Polisi tingkatkan pengamanan PLTU Paiton

Probolinggo— Polres Probolinggo, Jawa Timur, meningkatkan pengamanan terhadap obyek vital nasional, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, di Probolinggo. Hal itu diambil menyusul isu ancaman bom di sejumlah daerah, serta penangkapan tersangka teroris di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, beberapa hari lalu.

Kapolres Probolinggo AKBP Ai Afriandi, Kamis  (11/3), menyatakan jumlah personil dari Polres Probolinggo yang mengamankan PLTU Paiton berjumlah sekitar 30 personil. “Satu pleton kami pertahankan di sana,” katanya.

AKBP Ai menambahkan, pengamanan juga dibantu oleh anggota polisi  di lima Polsek yang lokasinya berada di sekitar PLTU Paiton. “Anggota mereka juga ikut mengamankan obyek vital nasional ini,” katanya.

Ai mengatakan, pascapenggerebekan teroris di Pamulang, Tangerang Selatan, pihaknya secara otomatis juga ikut meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya teroris. Meski belum ada indikasi potensi ancaman, pihaknya tetap menjaga stabilitas karena salah satu obyek vital nasional, yakni PLTU Paiton, yang berada di wilayahnya.

“Ada penambahan jam patroli yang kami terapkan. Biasanya dua jam, saat ini mulai kami tambah,” katanya.

“Kami juga telah menghimbau kepada masyarakat melalui Polsek agar melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan, terutama berkenaan dengan kedatangan orang yang mencurigakan. Jika ada yang mencurigakan segera lapor polisi,” tandasnya.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…