Rabu, 10 Maret 2010 14:36 WIB News Share :

Umumkan kematian Dulmatin, pencitraan SBY di mata internasional

Jakarta— Langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan kematian Dulmatin di Australia mengundang sejumlah tanggapan. Salah satunya politisi PKS, Nasir Djamil yang sudah menduga SBY akan mengumumkan kematian teroris di Pamulang dalam kunjungannya di Australia.

Kenapa, karena  Australia adalah salah satu negara yang ikut mendanai pemberantasan terorisme di Indonesia. “Ini merupakan pencitraan SBY di mata internasional terkait dengan isu global tentang terorisme,” analisis Nasir di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3).

Saat mengumumkan kematian Dulmatin di depan ratusan anggota parlemen Australia di Canberra, SBY langsung mendapatkan standing appalause. Sementara, aparat berwenang di Indonesia belum ada satu pun yang memastikan kematian Dulmatin.

Nasir menyoroti penggerebekan teroris yang berdekatan dengan kedatangan  Presiden AS Barack Obama dan kunjungan Presiden SBY ke Australia.

“Hal itu memberikan keyakinan kepada publik bahwa perburuan teroris di Aceh dan Pamulang ada korelasinya dengan rencana kedatangan Obama ke Indonesia dan kunjungan SBY ke Australia,” katanya.

Seharusnya perburuan teroris untuk melindungi rakyat. “(Tapi) kalau hal ini benar, maka perburuan teroris di Indonesia cenderung politis dan didikte AS dan negara Barat lainnya,” jelasnya.

“Kasihan rakyat Indonesia, semoga argumentasi saya keliru,” kata Nasir.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…