Rabu, 10 Maret 2010 23:39 WIB Issue Share :

Rahayu Supanggah jadi kurator Art Summit Indonesia 2010

Solo (Espos)–Komposer ternama asal Solo, Rahayu Supanggah kembali ditunjuk sebagai dewan artistik atau kurator Art Summit Indonesia (ASI) yang digelar pada Oktober mendatang di Jakarta.

Ajang kesenian bergengsi yang didukung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tersebut menempatkan enam seniman kebanggaan Indonesia dari seni teater, tari, dan musik.

“Saya hanya sekali absen menjadi kurator Art Summit Indonesia karena waktu itu saya sedang berada di Inggris. Untuk tahun ini, saya balik lagi untuk mendukung penuh kegiatan ini,” papar Panggah, sapaan akrab Rahayu Supanggah, Rabu (10/3), saat dijumpai Espos di kediamannya.

Guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo itu menambahkan, selain dirinya, ada beberapa seniman dan budayawan lain yang ditugaskan sebagai dewan artistik. Di antaranya, Putu Wijaya (teater), Deddy Luthan (tari), dan Tonny Prabowo (musik). Salah satu tugas mereka adalah menyeleksi dan memilih siapa saja delegasi yang pantas untuk tampil di ajang tersebut.

“Sebagai kurator, nama kita juga ikut dipertaruhkan. Tentu setiap kali ada festival, orang akan lebih dahulu menanyakan siapakah kuratornya?” tukas Panggah.

Untuk itu, Panggah selalu menempatkan penilaian obyektif untuk menentukan siapa-siapa yang layak ditampilkan. Ia menyatakan, ukuran untuk menentukan para delegasi Art Summit Indonesia di antaranya seniman tersebut masih aktif dan karya-karyanya memiliki pengaruh kuat di masyarakat.

“Mereka harus memiliki reputasi, produktif, karya-karyanya memiliki cukup arti, dan berpengaruh. Serta karya-karyanya merupakan karya baru, artinya bukan diciptakan pada 10 tahun silam,” beber komposer Opera Jawa itu.

Untuk seniman asal mancanegara yang akan tampil di Art Summit Indonesia 2010, menurut Panggah, belum bisa ditentukan saat ini. Namun, untuk penampil dari Indonesia, sudah dipastikan. Dan Panggah memberikan bocoran soal hal ini.

“Dari Solo ada dua seniman yang terpilih untuk tampil di Art Summit Indonesia 2010. Mereka adalah Slamet Gundono (teater) dan Blacius Subono (musik),” pungkas Panggah.

hkt

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…