Rabu, 10 Maret 2010 16:56 WIB Boyolali Share :

Pasangan perseorangan batal nyalon

Boyolali (Espos)–Pasangan H Widodo-Teguh Wiyono yang semula berencana ikut meramaikan bursa calon bupati dan wakil bupati (Wabup) dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali tahun 2010 melalui jalur perseorangan, batal mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Hal tersebut dikemukakan Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Ribut Budi Santoso saat digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pilkada Boyolali tahun 2010 bersama jajaran Muspida Boyolali di Ruang Garuda Kantor Pemkab setempat, Rabu (10/3).

Ribut mengungkapkan hingga hari terakhir pendaftaran bakal calon (Balon) pada Selasa (9/3) malam lalu, pasangan Widodo-Teguh tak kunjung mendaftarkan diri meskipun beberapa waktu lalu KPU telah menyatakan bahwa pasangan memenuhi syarat jumlah dukungan bagi Balon perseorangan.

“Pendaftaran di hari terakhir, yakni Selasa (9/3) malam, masih kami tunggu hingga pukul 24.00 WIB. Namun pasangan Widodo-Teguh Wiyono tidak juga menyerahkan berkas pencalonan. Hingga pada pukul 00.00 WIB, pendaftaran resmi kami tutup dan hal itu diketahui pula oleh Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada,” terangnya.

Salah satu anggota tim sukses pasangan Widodo-Teguh yang dikonfirmasi wartawan, Joni membenarkan pasangan tersebut batal mendaftarkan diri sebagai Balon bupati dan Wabup. Karena Teguh Wiyono yang berstatus sebagai guru pegawai negeri sipil (PNS) hingga Selasa kemarin belum memperoleh surat izin dari atasannya. Padahal, izin tersebut menjadi salah satu syarat pendaftaran.

Dengan demikian, hingga hari terakhir pendaftaran Balon bupati dan Wabup pada Selasa kemarin, tercatat hanya ada empat pasangan yang telah mendaftar ke KPU Kabupaten Boyolali. Pasangan pertama adalah Seno Samodro-Agus Purmanto (PDIP, PKB), pasangan Djaka Srijanta-Purwasi Ahmad Nur Zaena yang diusung Koalisi Partai Nurani Bersatu, kemudian pasangan Daryono-Joko Widodo (P Golkar, PKS) serta pasangan Al Hisyam-Sugiyarto (PD, PAN).

sry

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…