Rabu, 10 Maret 2010 11:11 WIB Ah Tenane Share :

Mangan isin

Kejadian ngisin-isini ini terjadi ketika kakak beradik, Lady Cempluk dan Gendhuk Nicole shoping sambil jalan-jalan di salah satu mal di Kota Solo beberapa waktu lalu.
Setelah ngublek-ublek pusat pertokoan itu dari pagi sampai tengah hari, keduanya pun sepakat untuk makan siang di sana sambil istirahat sebelum melanjutkan petualangan mereka.
”Ndhuk, mau makan apa?” tanya Cempluk pada adiknya. ”Mangan sing durung tau wae Mbak. Terserah, sing penting wareg,” jawab Nicole.
”Nyoba masakan Jepang piye?” tanya Cempluk lagi. ”Boleh Mbak. Besok kalau ke Jepang biar nggak kaget,” jawab Nicole sambil cengengesan.
Keduanya pun menuju ke salah satu stan di lantai tiga yang menyediakan menu khas Jepang. Setelah memesan makanan sekaligus membayar, acara selanjutnya adalah mencari empat strategis yang bisa dilihat orang dari luar, syukur-syukur dekat cowok-cowok yang sama-sama makan si situ. Sambil menunggu makanan diantar, keduanya ngrumpi ngalor-ngidul.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Begitu makanan tersaji, Cempluk langsung menambahkan ubarampe pada makanannya. Sementara itu Nicole malah thingak-thinguk mencari sesuatu.
”Sendhoke kok ora ana, Mbak. Mosok mangane dipuluk?” tanya Nicole. ”Hus… masakan Jepang ki mangane nganggo iki lho,” kata Cempluk sambil memperlihatkan sumpitnya.
Nicole baru ngeh dan langsung mengambil sumpit. Tapi karena tidak terbiasa, Nicole pun kesulitan menggunakan sumpit itu. Jangankan memasukkan makanan ke mulutnya, untuk mengambil makanan dari piring saja mrucat-mrucut terus. Saat sedang berjuang menggunakan sumpit, pelayan yang mengantar makanan tadi menghampiri Nicole. ”Mbak, silakan pakai ini saja,” kata pelayan tadi sambil menyerahkan seperangkat sendok dan garpu.
Nicole menerima sendok dan garpu tadi dengan muka merah. Sementara Cempluk dan pengunjung lain di dekatnya cuma mesam-mesem.  Kiriman Ahmad Zunita, Sumbulan Kidul, Makamhaji Jl KTS RT 03/RW 13 Sukoharjo

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…