Rabu, 10 Maret 2010 16:27 WIB News Share :

Kapolri
Polisi bekerja tidak terkait hadiah

Jakarta— Tewasnya salah satu tokoh teroris Dulmatin oleh tim Densus 88 di Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa (9/3), tidak terkait hadiah uang senilai US$ 10 Juta yang dijanjikan oleh pemerintah Filipina.

“Tewasnya Dulmatin, saya tegaskan tidak ada kaitannya dengan uang US$10 juta,” kata Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/3).

Menurut Kapolri, selebaran itu dari negara Filipina, dan Polri tidak bekerja berdasarkan hadiah, tetapi karena memang ingin membasmi teroris yang sudah menjadi target Polri.

“Ini karena tuntutuan kerja dan bersama ingin teroris dapat dibasmi di Indonesia,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menyatakan, teroris di Indonesia terus dihancurkan hingga ke akar-akarnya. Sehingga setelah Dulmatin ini ada teroris-teroris lainnya yang memang akan menjadi target polisi.

“Polisi masih melakukan pengejeran terhadap teroris besar lain disejumlah titik dan wilayah lainnya,” ungkap Kapolri yang enggan menyebut wilayah-wilayah lain yang menjadi sasaran Densus 88.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…