Rabu, 10 Maret 2010 21:21 WIB News,Solo Share :

Diusulkan, 1 April sebagai Hari Penyiaran dan HPPI

Solo (Espos)–Persiapan deklarasi Hari Penyiaran Nasional pada 1 April mendatang semakin matang. Diperkirakan 250 insan penyiaran se-Indonesia akan menghadiri deklarasi yang digelar di Balai Tawang Arum Balaikota Solo.

“Direncanakan deklarasi ini dihadiri Menkominfo dan sejumlah insan penyiaran,” kata penggagas Hari Penyiaran Nasional, Hari Wiryawan saat jumpa pers di RRI Solo, Rabu, (10/3).

Pada kesempatan yang sama, KGPAA Sri Mangkunegoro VII juga diusulkan sebagai bapak penyiaran nasional. “Mengingat jasa-jasanya dalam perkembangan penyiaran di Indoensia,” tambah Hari yang juga anggota KPID Jawa Tengah.

Pemilihan tanggal 1 April ini, katanya, disesuaikan dengan lahirnya stasiun radio pertama, Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Solo 77 tahun silam.
Pada 1 April juga direncanakan sebagai hari lahirnya Himpunan Perempuan Penyiaran Indonesia (HPPI) yang akan dideklarasikan dan dikukuhkan di RRI Solo.

Penggagas HPPI, Saraswati, kepada sejumlah wartawan mengatakan dengan terbentuknya HPPI ini siharapkan semakin meninaktkan harkat dan martabat perempuan di dunia penyiaran.

“Perempuan adalah penanam dan pencetak budi luhur pada anak Sehingga kualitas perempuan menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Kita tahu, penanaman budi pekerti di bangsa ini masih perlu ditingkatkan,” kata Saraswati yang juga Kepala RRI Solo.

Dengan adanya HPPI ini, katanya, pemberdayaan perempuan dapat lebih diupayakan, terlebih pada bidang pendidikan. Wadah ini juga dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi perempuan sejak dini, seperti kemampuan di bidang seni, olahraga, maupun penyiaran.
“Kesejahteraan perempuan akan terwujud dengan memaksimalkan lembaga ini. tidak kalah pentingnya yaitu dapat memberikan pencerahan dan solusi mengenai persoalan kewanitaan,” katanya.

Hingga kini, lanjutnya, masih terus dibicarakan mengenai susunan kepengurusan baik ditingat nasional maupun di tingkat kota.
Rangkaian deklarasi itu akan diselenggarakan pada Rabu-Jumat (31/3-2/4) yaitu hari pertama diadakan seminar dengan tema Menguak Sejarah Penyiaran Indonesia. Puncaknya yakni pembacaan deklarasi di Balaikota Solo, lalu para peserta mengikuti tur kota dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti RRI, Monumen Pers, wilayah Jenawi dan Girilayu, Karanganyar.

m86

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…