Selasa, 9 Maret 2010 20:59 WIB Karanganyar Share :

Ratusan unggas mati, AI berjangkit di tiga kecamatan

Karanganyar (Espos)–Penyakit flu burung atau avian influenza (AI) berjangkit di lima desa di tiga kecamatan berbeda di wilayah Kabupaten Karanganyar. Akibat virus itu, lebih dari 100 ekor unggas jenis ayam kampung diketahui  mati secara mendadak.

Petugas Participatory Diseases and Surveillance Responses (PDSR) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar, Fatkhur Rakhman, dalam penjelasannya kepada wartawan menyebutkan ke lima desa tersebut adalah Malangjiwan dan Paulan di Kecamatan Colomadu, Popongan dan Lalung di Karanganyar Kota, dan Karangsari di Jatiyoso.
Kasus AI merebak antara bulan Januari dan Februari dan kasus terakhir terjadi sekitar dua pekan lalu di wilayah Jatiyoso.

“Kami tahunya juga setelah ayam-ayamnya mati. Tetapi tetap kami lakukan rapid test dan hasilnya positif di semua desa itu,” ungkapnya ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/3).

Dikemukakan, setelah penemuan itu, Disnakkan setempat melakukan langkah-langkah pencegahan guna mengantisipasi merebaknya virus flu burung ke wilayah-wilayah lain di sekitar lokasi serangan.

Fatkhur Rahman mengatakan, di antara ke lima desa tempat penemuan AI, jumlah kematian unggas terbanyak adalah di Desa Karangsari, Jatiyoso, yaitu sekitar 60-an ekor. Sedangkan di desa-desa lain, ujarnya, angkanya lebih kecil antara 10-15 ekor. Terlepas dari angka kematian unggas, dia menegaskan AI adalah virus berbahaya yang harus dideteksi sedini mungkin keberadannya.

“Untuk upaya pencegahan, sejauh ini sudah dilakukan penyemprotan desinfektan di kandang-kandang ternak warga di sekitar lokasi penemuan. Selain itu masyarakat diimbau tidak mengonsumsi daging dari ayam sembelihan yang sakit untuk menghindari terjadinya penularan ke manusia,” sambungnya.

try

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…