Selasa, 9 Maret 2010 20:31 WIB Boyolali Share :

Diduga depresi, ABG nekat gantung diri

Boyolali (Espos)–Diduga mengalami depresi berat, seorang ABG, Toni Fajar Santoso, 15, warga Dukuh/Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Informasi yang dihimpun Espos, Selasa (9/3), aksi nekat itu dilakukan Toni pada Senin (8/3) petang, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, salah seorang keluarga korban, Sadinem, 65, seusai melaksanakan salat magrib mendengar suara korban memanggilnya.

Sadinem pun segera mencari asal suara yang ternyata diketahui dari arah depan rumah. Saat memeriksa ke teras rumah, Sadinem mendapati korban sudah dalam keadaan gantung diri di teras rumah, dengan menggunakan seutas tali senar plastik berwarna kuning yang biasa digunakan untuk tali jemuran.

Sadinem sempat menolong korban dengan memotong tali yang digunakan korban untuk gantung diri. Setelah korban terlepas dari jeratan tali itu, Sadinem lalu berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar pun langsung berdatangan ke rumah korban dan berupaya memberikan pertolongan.

Namun sayang, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Peristiwa itu dilaporkan ke Mapolsek Wonosegoro. Bersama Muspika setempat dan tim medis Puskesmas Wonosegoro, petugas pun melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Wonosegoro, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Karena tidak ada unsur tindak pidana, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kapolsek Wonosegoro, AKP Ahmad Nadiri kepada wartawan.

sry

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…