Selasa, 9 Maret 2010 08:25 WIB Ah Tenane Share :

Buah langka

Jon Koplo, mahasiswa luar Jawa yang kuliah di sebuah universitas swasta di Solo ini punya hobi ngemil. Di kamar kosnya di daerah Nayu, banyak sekali camilan yang biasa ia gunakan sebagai teman belajar di waktu malam.
Suatu hari, sepulang kuliah, Koplo melihat seorang anak kecil membawa kantong plastik berisi buah sebesar kelereng berwarna merah segar. Koplo pun langsung ngeces. Dipanggilnya anak kecil tadi dan ditanya, ”Buahnya enak, Dik?”
”Enak, Mas,” jawab anak itu.
Koplo pun mengambil dan mencicipi. Wah, ternyata memang enak. Manis agak sepet-sepet sedikit. Pas buat camilan belajar, batin Koplo.
Koplo pun bertanya di mana dia bisa beli. Tapi anak itu bilang kalau tidak ada yang jual karena ini buah langka, jarang yang punya pohonnya. Anak kecil tadi justru menawari Koplo untuk membeli buah miliknya tadi dengan harga Rp 5.000 seplastik. Berhubung sudah kepincut dengan rasanya, Koplo pun langsung setuju dan membayar buah itu sambil memesan untuk dibawakan lagi kapan-kapan kalau pas lewat rumah kosnya.
Besoknya, Tom Gembus, teman Koplo yang asli Solo itu dolan ke tempat kos Koplo. Melihat temannya belajar sambil ngemil buah tadi, Gembus pun bertanya, ”Makan apa, Plo?”
”Ini buah langka. Harganya mahal. Aku beli dari seorang anak kecil yang lewat depan kos. Mau? Ambil saja.” Bukannya ikut makan, Koplo malah ngekek ora entek-entek.
”Buah langka apa? Itu namanya buah talok, Plo. Di tempat asalmu nggak ada kan? Di depan rumahku ada kalau mau cari. Gratis, nggak usah bayar. Bibohongin sama anak kecil saja mau,” kata Gembus masih tertawa. Sementara Koplo cuma bisa melongo.
Esoknya, setelah diajak putar-putar sama Gembus, Koplo jadi tahu kalau ternyata di Solo ini banyak ditemui pohon ”buah langka” itu hampir di setiap pinggir jalan.  Kiriman Amien Soenarto, Jl MW Maramis 37 RT 06/RW 21, Nusukan, Banjarsari, Solo 57135.

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…