Selasa, 9 Maret 2010 17:02 WIB News Share :

BP3 Jateng
Eks-Kodim 0714/Salatiga, BCB kelas I

Salatiga (Espos)–Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng menyatakanj, status bangunan eks-Kodim 0714/Salatiga yang sebelumnya merupakan hotel, masuk kategori sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) kelas I.  Itu artinya bangunan bersejarah tersebut tidak boleh dibongkar sama sekali.

Kejelasan status bangunan eks-Kodim ini diharapkan bisa menjadi antiklimaks dari polemik yang terjadi seputar boleh tidaknya bangunan itu di bongkar dengan statusnya yang tadinya belum jelas.

Selasa (9/3) siang, Komisi II DPRD Kota Salatiga melakukan audiensi dengan BP3 Jateng, Dinas Perhubungan Komunikasi Kebudayaan dan Pariwisata, serta Bappeda setempat menyangkut verifikasi status eks-Kodim.

Setelah BP3 menjelaskan hasil inventarisasi terbaru yang dirilis akhir Desember 2009, mereka sepakat agar bangunan yang nyaris rata dengan tanah itu direkonstruksi sesuai bentuk aslinya. Upaya rekonstruksi itu menjadi tanggung jawab pemilik yakni PT Yogyakarta Jaya Perkasa yang telah berupaya membongkarnya.

Kasi Pelestarian dan Pemanfaatan dari BP3 Jateng, Drs Gutomo menyatakan bangunan eks-Kodim yang dulunya adalah hotel merupakan salah satu fasilitas kota. Fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Salatiga pada zaman Kolonial Belanda merupakan sebuah kota.

“Dasarnya, ini (esk-Kodim) fasilitas kota untuk menujukkan bahwa di kota memiliki fasilitas macam-macam. Bangunan tersebut menunjukkan identitas Salatiga sebagai sebuah kota,” papar dia di sela-sela pantauan langsung ke bangunan eks-Kodim.

kha

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…