Senin, 8 Maret 2010 21:18 WIB News Share :

RI jadi negara terkorup di Asia Pasifik

Jakarta–Berdasarkan hasil survey Hong Kong-based Political & Economic Risk Consultancy Ltd, Indonesia menjadi negara terkorup setelah Kamboja di Kawasan Asia-Pasifik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki reputasi.

Tidak hanya reputasi saja, Sri Mulyani mengatakan pemerintah berusaha meningkatkan kinerja dan mengisi berbagai pemberitaan yang positif terhadap reformasi dan integritas.

“Memperbaiki reputasi dan kinerja bukan pekerjaan yang mudah, kita tetap komitmen untuk mengisi dengan berita-berita yang positif terhadap reformasi dan komitmen integritas,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (8/3).

Namun, Sri Mulyani tegaskan komitmen ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk lembaga yudikatif dan legislatif.

“Perlu didukung semua kementerian lembaga dan lembaga yudikatif, dan legislatif,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan oleh Bloomberg, Indonesia mengambil alih posisi Kamboja sebaga negara terkorup di Asia Pasifik. Ini dilihat dari mata para pebisnis. Dengan persepsi ini maka Indonesia akan lebih sulit menarik investasi dari luar negeri.

Persepsi ini juga dikhawatirkan aken menjatuhkan rating atau peringkat Indonesia. Apalagi korupsi di Indonesia sangat kental nuansa politik dibandingkan dengan negara lain di kawasan.

Hasil kajian ini juga mengatakan, keputusan yang diambil DPR berkaitan dengan kasus Bank Century yang mengkriminalkan Wakil Presiden dan Menteri Keuangan justru membuat membuat pandangan investor mengenai pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi mundur.

Di Asia Pasifik, negara terkorup adalah Indonesia, diikuti, Kamboja, Filipina, India, Thailand, dan Vietnam.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…