Senin, 8 Maret 2010 12:01 WIB News Share :

Perempuan pekerja desak pemerintah hapus diskriminasi

Jakarta— Memperingati Hari Perempuan Sedunia, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (8/3). Mereka mendesak pemerintah untuk menghapus diskriminasi antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja.

“Masih banyak kekerasan dan diskriminasi yang dilakukan negara terhadap kaum perempuan. Mereka mengalami ketidakadilan gender atau kekerasan yang terwujud dalam bentuk diskriminasi, subordinasi, marjinalisasi, dan beban ganda karena posisi perempuan secara sosial berada di lapisan bawah,” kata Ketua Komite Nasional KSBSI Yatini Sulistyotini.

Dalam aksi tersebut, KSBSI juga menuntut penghitungan pajak penghasilan sama dengan penghitungan terhadap laki-laki, mendesak pemerintah DPR membahas RUU PRT sesegera mungkin, dan ratifikasi konvensi HAM 90 tentang perlindungan buruh migran dan keluarganya.

Yatini menilai saat ini sangat banyak perempuan tidak dapat masuk dalam sektor kerja formal, akhirnya mereka mengisi ranah pekerjaan domestik (PRT) yang tidak memiliki hak yang sama dengan buruh industri.

Selain itu, kata Yatini, peran besar perempuan dalam menghidupi keluarga ternyata tidak disertai dengan perlindungan hukum yang merupakan kewajiban negara untuk melindungi warganya tanpa kecuali.

“Kami juga sudah melakukan audiensi dengan Komisi IX DPR. Mereka merespons dengan baik karena mereka orang-orang muda dan baru di parlemen jadi terlihat bersemangat,” tandas Yatini.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….