Senin, 8 Maret 2010 21:15 WIB Kuliner Share :

Modifikasi rasa dan menu jadi trik menarik pelanggan

Kemampuan adaptasi dalam mengelola usaha itu penting. Ibarat pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Begitu pula cara penyedia roti burger memikat hati masyarakat di Indonesia. Dengan sedikit modifikasi rasa dan pengemasan, maka makanan ala barat ini pun mengalami transformasi rasa. Tak terkecuali resto penyedia roti burger asal Amerika seperti Mc Donald’s yang punya andil besar memopulerkan roti burger di Indonesia.

Konon, demi memenuhi kebutuhan pelanggannya di Indonesia, McD Indonesia rela menanggalkan salah satu menu andalannya yang jadi best seller di negara asal, yaitu milk shake. Belum berhenti sampai di situ, menu paket nasi dengan ayam goreng pun ditambahkan, khusus untuk menarik pelanggan setia di Indonesia. Ayam goreng renyah berbalut tepung dan terasa garing di luar ini ditawarkan dengan dua
pilihan bumbu, yaitu pedas dan original.

Menu andalan lain yang tak boleh dilewatkan di restoran cepat saji yang satu ini adalah kentang goreng. Penyajiannya kentang goreng di McD tak sembarangan, ada aturan ketat soal itu. Kentang yang telah digoreng lebih dari tujuh menit tak boleh disajikan, pelanggan hanya boleh mendapatkan kentang goreng hangat, minim minyak sisa menggoreng dan gurih. Mereka bahkan punya gerakan khusus untuk menggarami kentang goreng, yaitu dengan membuat putaran seperti bentuk huruf M.

Modifikasi rasa burger ber-patties daging ayam juga dilakukan Erigo Resto. Di restoran yang memiliki spesifikasi makanan barat modern ini chicken burger disajikan bersama dengan kentang goreng dan seporsi mini salad sayur. “Daging ayam hanya diberi bumbu minimalis dengan garam dan merica,” kata Helen, manajer Erigo Resto.

Roti burger yang tersusun dari roti bun buatan Erigo ini memang layak dipuji. Meski patties hanya diberi bumbu minimalis, namun perpaduan roti bun, patties ayam, salad segar dengan irisan tomat, mentimun jepang, bawang bombay yang dibumbui saus cocktail ini terasa komplet. Rasanya tidak terlalu asin dan gurih, tetapi cukup pandai menampilkan tekstur dan rasa asli tiap bahan. Saat dikunyah terasa krespotongan selada, mentimun dan tomat yang masih segar langsung menyeruak dilanjutkan dengan kelembutan roti bun bertabur wijen yang terasa agak manis dan patties ayam yang gurih. Lengkap sekali.

Puas menyantap chicken burger, cicipi juga mini salad dan kentang goreng yang menemani roti burger. Konon, tambahan salad ini sengaja diberi untuk mengimbangi kolestrol dan lemak pada roti burger. Hebatnya meskipun porsinya cukup besar, Anda tak bakal merasa enek. Harga roti burger yang satu ini pun tak terlalu mahal, hanya Rp 18.000.

Rahasia kelezatan chicken burger ala Erigo ini, menurut Helen terletak pada kesegaran bahan dan saus cocktail yang digunakan. “Pengolahannya juga ditangani chef berpengalaman sehingga rasanya lebih berkelas,” kata dia.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Hati-Hati Pesisir Selatan Sekarang Rawan Kejahatan

Kepolisian Bantul menyebut, sejumlah lokasi di wilayah ini rawan tindak kriminal. Solopos.com, BANTUL— Kepolisian Resort (Polres) Bantul menyatakan, kawasan pesisir selatan Bantul, jalan arteri selatan serta Kecamatan Kasihan rawan tindak kriminalitas. Hal ini menyusul adanya kejadian wisatawan yang terkena tembakan…