Senin, 8 Maret 2010 21:56 WIB Kesehatan Share :

Kanker leher rahim, musuh wanita yang mudah dideteksi

Penyakit yang satu ini adalah satu dari sekian banyak penyakit khusus wanita. Tidak seperti kanker payudara yang juga potensial diidap pria, kanker leher rahim atau kanker serviks hanya mau mampir ke tubuh perempuan. Wajar saja sebenarnya, kan para pria memang tidak punya rahim!

Seperti kanker lainnya, kanker serviks juga tak ubahnya seperti momok yang menakutkan dan potensial merenggut nyawa. Di Indonesia, kanker serviks menempati peringkat pertama penyakit yang paling banyak diidap wanita. Disinyalir setiap 100.000 wanita, terdapat 90 hingga 100 wanita pengidap kanker serviks. Namun yang lebih memrihatinkan, di Indonesia setiap tahun ditemukan 200.000 kasus kanker serviks baru. “Setiap wanita punya potensi teridap kanker serviks,” ungkap dr Moh Nasrun MARS, medical consultant pada PT Avail Elok Indonesia.

Namun, berbeda dengan kanker lain yang nyaris tak dapat diketahui penyebabnya, para ahli kini telah mengetahui secara pasti penyebab utama kanker serviks, yaitu human papilloma virus (HPV). Bahkan, berdasar penelitian terakhir, diketahui sekitar 99,7% kasus kanker serviks diakibatkan oleh aktivitas virus yang masuk kategori penyakit kelamin ini.

HPV merupakan virus yang unik, sel unik yang ada leher rahim menjadi lokasi favoritnya untuk berkembang biak. Aktivitas HPV yang menggila ini pada gilirannya membuat perubahan tidak normal pada sel-sel penyusun leher rahim menjadi sel kanker. Kadang infeksi HPV dapat menyebabkan gangguan berupa kutil, bisa terdapat di bagian leher rahim tapi juga bukan tak mungkin kutil itu tumbuh di bagian sekitar vagina dan biasanya menyebabkan rasa perih.

Pada fase prakanker, infeksi HPV nyaris tak menimbulkan gejala keluhan apapun. Maklumlah karena virus ini membutuhkan waktu antara 10 hingga 15 tahun sebelum berhasil mengubah sel-sel leher rahim menjadi sel kanker. Saat telah berubah menjadi sel kanker, pasien akan merasakan gangguan keputihan yang tak kunjung berhenti hingga yang paling parah, terjadi pendarahan.

Rupanya tak semua HPV menyebabkan kanker serviks. Menurut dr Supanji Raharja SpOG, ahli kandungan dari RS dr Oen Solo, total ada lebih dari 100 tipe HPV. Dari keseluruhan jenis itu, hanya beberapa tipe yang berisiko tinggi mengakibatkan kanker serviks. Salah satunya adalah tipe HPV16 dan HPV 18. HPV yang kerap ditularkan melalui hubungan seksual.

Nah, apabila Anda merupakan wanita berusia di bawah 21 tahun yang telah aktif secara seksual, kerap berganti pasangan atau pernah berhubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi HPV, sebaiknya mulailah untuk waspada. HPV mungkin saja menghantui Anda.
HPVmemang pilih kasih. Virus ini sebenarnya bisa saja menetap di tubuh pria. Namun ia tak mampu berkembang biak di sana. Alhasil, pria yang terinfeksi HPVtidak mengalami gangguan selama hidupnya. “Tapi bila sudah terinfeksi, bisa saja pria itu membawa bibit HPVseumur hidupnya,” kata Supanji.

Kedengarannya menakutkan bukan? Tapi Anda boleh berlega hati, pasalnya kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang mudah terdeteksi dini. Lebih dahsyat lagi, kanker ini juga bisa dicegah. Persyaratannya cukup mudah, apabila Anda tergolong orang yang berisiko mengidap kanker serviks, lakukanlah pemeriksaan pap smear secara berkala.

Pemeriksaan dini yang dilakukan dengan mengambil sampel leher rahim ini dinilai efektif untuk mengetahui keberadaan HPV. Tidak cukup sampai di situ, dari pemeriksaan pap smear, dokter juga dapat menentukan sejauh mana infeksi HPV. Apabila diketahui infeksi pada fase prakanker, pasien punya harapan 100% untuk sembuh.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…