Senin, 8 Maret 2010 11:41 WIB News Share :

Draf AD/ART NU "mengebiri" peran syuriah

Pati— Draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama (NU)  yang mengenai peran dan fungsi syuriah, yang akan dibahas di Muktamar NU mendatang, dinilai “mengebiri” peran syuriah.

“Berdasarkan draf AD/ART yang akan dibahas di muktamar, terdapat perbedaan yang jauh dari tujuan awal NU,” kata Rais Syuriyah Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jateng, Kiai Masruri Mughni pada acara “Silaturahmi Rais Syuriyah dan Para Kiai se-Indonesia” di Pondok Pesantren Maslakul Huda, di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Minggu (7/3).

Draf AD/ART yang dianggap berbeda dari sebelumnya, yakni pada bab 7 kepengurusan pada pasal 11 ayat (3), dijelaskan syuriah adalah pimpinan tertinggi NU. Tetapi, pada draf yang baru syuriah adalah unsur kepengurusan yang dipimpin oleh rais am di tingkat nasional dan rais pada tingkat bawahnya.

Selain itu, kata dia, pada bab 8, dijelaskan syuriah berwenang dan bertugas membina, mengarahkan, dan mengawasi pelaksanaan keputusan organisasi sesuai tingkatannya. “Artinya, kedudukan syuriah hanya sebagai pengawas dan bukan pengendali,” ujarnya.

Dalam ART yang lama, dijelaskan bawah pengurus selaku pimpinan tertinggi sebagai pengendali dan pengawas. Padahal, sebelumnya NU menjadikan ulama sebagai peran sentral.  “Sedangkan penentu kebijakan hilang pada ART yang nantinya akan dibicarakan pada Muktamar nanti,” ujarnya.

Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai MA Sahal Mahfudh menjelaskan bahwa makna NU itu selalu bergerak dan tidak berhenti, serta selalu melaksanakan apa yang menjadi tujuannya. Apabila rais syuriah hanya dianggap sebagai pengawas, kata dia, tindakan tersebut merupakan pengebirian.

“Oleh karena itu, forum ini menjadi kesempatan untuk membicarakan persoalan tersebut. Apakah menerima pengebirian jelang muktamar, bahkan smpai pada muktamar,” ujarnya.


kompas/rif

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…