Senin, 8 Maret 2010 21:19 WIB Klaten Share :

Disparbudpora ultimatum pemilik warung di Umbul Ingas

Klaten (Espos)--Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengultimatum sejumlah pedagang untuk membongkar warung di kawasan Objek Wisata Umbul Ingas yang diduga digunakan sebagai tempat mesum.

Kepala Disparbudpora, Setya Subagya saat ditemui Espos di sela-sela kesibukannya, Senin (8/3) mengatakan, upaya menyelesaikan persoalan banyaknya warung yang diduga digunakan sebagai tempat mesum tersebut dilakukan secara bertahap.

Saat ini, katanya, pihaknya meminta kepada pihak pengelola untuk memberikan peringatan terhadap pedagang agar bersedia membongkar warungnya sendiri. Menurutnya, jika pemilik warung tidak mengindahkan peringatan itu, pihaknya tidak segan-segan untuk membongkar paksa warung-warung tersebut.

“Pertama-tama kami lakukan pendekatan dengan baik-baik kepada pedagang. Melalui peringatan lisan itu, kami berharap mereka bersedia membongkar warungnya sendiri sehingga kami tidak perlu membongkar secara paksa,” tutur Setya.

Diakui Setya, upaya pembongkaran warung tersebut akan berdampak buruk bagi penghasilan pedagang setempat. Akan tetapi, katanya, pembongkaran warung-warung tersebut perlu dilakukan karena keberadaannya sudah meresahkan warga.

“Kami tetap menginginkan suasana yang nyaman bagi pengunjung maupun warga sekitar. Kawasan umbul ingas harus terbebas dari kegiatan yang berbau negatif,” tandas Setya.

Dikatakan Setya, untuk melakukan pembongkaran paksa tersebut, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Klaten. Dia mengatakan, dalam jangka dekat, pihaknya akan meninjau Objek Wisata Umbul Ingas untuk memastikan keberadaan warung-warung tersebut sudah dibongkar sendiri oleh pedagang sendiri.

“Ya dalam jangka dekat, kami akan ke sana untuk melihatnya. Jika masih ada, Satpol PP akan menertibkannya,” papar Setya.

mkd

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…